Fokus

Tatap saja yang lebih penting. Tak usah pusingkan diri dengan melirik sana dan sini. Tak juga berarti mengenyampingkan hal lainnya. Justru dengan itu berusaha proporsional dan adil dalam membagi peran dan perhatian. Karena adil tak selalu sama rata, bisa saja mengedepankan suatu hal yang lebih banyak manfaatnya. Toh, jika memang benar dia, siapa yang bisa berkata tidak oleh jalan takdir-Nya?

Jika suar pikiran telah lurus ke depan, namun hati bersikap bak perahu di atas samudera? Itu wajar, karena hati tak sepenuhnya kita yang pegang kendali. Ada Yang Maha Membolak-balikkan segumpal daging ini, yang olehnya jadi tolak ukur baik buruknya pribadi. Jadi, pintakanlah atas Nya agar hati selaras dengan pikiran, agar konsentrasi tak lagi bercabang. Agar fokus bisa terealisasi, dan segala hal baik dalam mimpi bisa kan didapati.

Pada titik ini segalanya kan lebih berat lagi. Pada langkah yang di awali awan gelap masa lalu. Pada gerak yang ditemani segala haru. Pada niat yang terhenti, tak pernah bertemu dengan sang amal yang diam terpaku. Dan pada hati yang selalu terbias akan wajahmu.

Olehnya, seperti memutuskan rantai baja yang mengikat raga. Olehnya, seperti menghancurkan gunung, jelmaan sang hawa nafsu. Olehnya, seperti menarik keluar diri yang terhisap lumpur maksiat kelabu.

Maka fokus seolah keniscayaan belaka, seolah fana tak kan mungkin tercipta. Tapi apa daya? Jika diri tak kau paksa, siapa lagi yang bisa melakukannya semua? Ah, diakah? Yang telah pergi atau yang tak tau kan kembali, atau yang sama sekali tak sempat dikenali?

Aaaargh ! Tak usah ada banyak tanya lagi. Cukup kembali fokus dan melangkah lagi. Walau darah dan air mata yang kan menemani…

Iklan

Ahlan Ya Ramadhan | ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan

ihya ramadhan

 

ada seorang pria
karyawan rendahan disebuah perusahaan kecil
selalu melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya
hal hal kecil mungkin, tapi banyak orang besar yang luput akan hal kecil itu

ketika seseorang berbuat baik setiap hari
apa yang ia dapatkan sebagai balasannya?

ia tak mendapatkan apa-apa
ia tak menjadi lebih kaya
tidak muncul di TV
tetap jadi seseorang yang anonim
tidak akan jadi terkenal
hampir tak ada sama sekali

lantas?
yang ia dapatkan adalah kebahagian
ia menjadi saksi atas segala kebahagian orang orang yang ada disekililingnya
menjadi seseorang yang lebih pengertian
begitu dicintai walau oleh segelintir orang tapi benar-benar cinta sejati
ia mendapatkan apa yang uang tak dapat berikan padanya
dan menjadikan dunia menjadi lebih indah
dan bagaimana denganmu sobat? apakah yang menjadi ambisimu?

Ahlan Ya Ramadhan 1435 H
ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan…

Jodoh Ubur Ubur Api

man o warUbur-ubur api (Physalia) atau kalau di luar negeri punya julukan Portuguese men o’ war dikarenakan bentuk tubuhnya menyerupai kapal perang abad 18 yang biasa disebut man-of-war. dalam kasus ini lebih mirip dengan kapal man-of-war versi portugis yang layarnya sedang terkembang penuh. Hewan ini  dikenal memiliki sengatan yang cukup berbahaya, yang mengakibatkan adanya jejak kemerahan di kulit hingga 2-3 hari setelah tersengat. biasanya rasa sakit sengatan akan hilang dalam waktu beberapa jam. namum, jika racun dari sengat ini menjalar dalam darah hingga ke kelenjar getah bening, maka akan mengakibatkan intensitas rasa sakit yang luar biasa, dan bahkan bisa berujung kematian. dan ingat, jika suatu waktu menemukan spesies ini di tepi pantai jangan sekali-kali menyentuhnya dengan tangan kosong. Karena walaupun terdampar dalam waktu beberapa hari, sengatnya masih sanggup untuk melukai manusia.  Biasanya ubur-ubur api bisa ditemukan di sekitaran laut dengan perairan yang hangat seperti samudra pasifik, hindia, dan sepanjang pesisir australia. Habitat lainnya bisa ditemukan di sekitaran laut kolombia. mengapung-ngapung dengan tenang di atas permukaan laut dan sesekali akan tersapu oleh ombak hingga ketepi pantai,

Sebenarnya, hewan ini bukanlah ubur-ubur sejati (kelas Scyphozoa), meskipun masih termasuk dalam filum Cnidaria bersama-sama dengan ubur-ubur. meskipun tampak sebagai hewan tunggal, ubur-ubur api sebenarnya merupakan gabungan dari empat kelompok polip yang masing-masing membentuk koloni yang terspesialisasi. Kelompok pertama adalah yang membentuk badan pengapung (pneumatophore) yang selalu tampak dari atas permukaan laut. biasanya berwarna biru, merah muda, ungu dan dengan tubuh yang bening, biasa disebut dengan sail (pelayar). pneumatophore biasa terisi dengan gas. inilah mengapa ubur-ubur api bisa mengapung di lautan. kelompok kedua mengurus proses pengolahan makanan (gastrozooid), kelompok ketiga sebagai pertahanan (dactylozooid) membentuk sengat (nematocyst, panjang sekitar 10 sampai 50 m), dan kelompok keempat bertugas untuk perkembangbiakan (gonozooid). Keempat kelompok ini tidak mampu hidup sendiri, meskipun secara struktural memiliki kelengkapan untuk hidup. empat polip inilah yang bekerja sama dan saling menghidupi satu sama lain Baca lebih lanjut

Memori Daun Bambu

Subhanallah, pagi ini  dea ngamuk-ngamuk depan kamar tidurku di lantai 2, minta di antarkan ke sekolah… agak lebay juga sih bilang dea ngamuk-ngamuk, padahal cuma teriak-teriak minta cepar cepat di antar. tapi tak apalah dea gak tau isi blog ini. jangankan membaca isi blog saya, me-akses ke sini saja belum tentu dia tau… dea agak gaptek ketimbang abang-abangnya… (afwan adikku)

pukul 06.45 pagi, setelah rintik rintik shubuh tadi mulai berhenti, aku dan dea melaju dengan motor biru yang selalu setia menemaniku ke mana saja selama in. misinya satu, ngantar dea ke sekolahnya di daerah panorama. ah, tiap jengkal roda-roda menjejak aspal, kembali mengingatkanku diriku akan masa-masa beberapa tahun yang lalu. selama di dalam perjalanan, kenangan kenangan itu kembali terngiang dengan jelas.  rasanya baru kemarin aku berdiri menunuggu angkutan umum tiap pagi di tepian jalan garegeh ini… sekarang sudah tamat kuliah pula…

tak kan hilang semua kenangan di kota nan sejuk ini, meski begitu banyak kisah baru yang menimpanya di dalam pikiran ini.

seperti dedaunan bambu di depan rumahku… walau banyak tunas tunas kisah baru yang muncul, namun sang bambu tua tetap akan tegar berdiri menaungi kenangan-kenangan lalu itu…

Puisi Sayyid Qutb Ketika Ia Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)

Bukan Aku Tak Peka Akan Rasa

smoke heart

“Bukan aku tak peka akan rasa”

Sungguh, sejak awal aku tahu bahwa memang aku yang engengkau tuju. Tak muluk aku berkata begitu, karena memang jauh berbeda sikapmu padaku berbanding terbalik kepada para ikhwan lain. Bukan aku terlalu percaya diri atau merasa aku yang luar biasa, pun naïf rasanya jika ku nafikan caramu mengenalku. Padahal diriku, apalah yang ada di diriku ini, tak ada yang bisa di banggakan. Berbeda dengan ikhwan lain yang mungkin sudah mengharapkanmu sejak dahulu. Mereka punya hal yang bisa membuat derajat mereka lebih dari diriku, ketampanan mereka, kekayaan mereka, ruhiyah dan ibadah mereka, serta posisi mereka yang jauh dari kata bisa saja. Aku tak punya semua itu, tapi kenapa harus aku?

Baca lebih lanjut

Kisah Sang aku

pukul 00.57 di sudut taskbar layar laptop merah maroon ku. mata ini masih belum menampakkan tanda tanda akan terlelap. entah kenapa malam ini, suasana melankolis merasuk ke dalam jiwa. aku menyeka butir butir bening di sudut mataku. tanpa ku tahu kenapa sesak di hati ini begitu bergejolak. seolah ada berjuta perasaan yang telah membuncah ingin keluar dari peraduannya, dan dilihat oleh dunia.

butir butir bening ini masih belum berhenti, mengalir saja tenang melintasi tiap jengkal wajahku. kali ini tak ku seka. ingin aku teriak malam ini, tapi apa nanti kata saudara saudara ku yang telah lelap di lautan kapuk. apa juga kata tetangga, di kira ada maling nantinya.

mungkin semua bertanya tanya, kenapa sang aku jadi begitu galau. lagi patah hati? atau mungkin kehilangan sesuatu? atau? jangan menduga duga, nanti malah jadi su’udzhan. tidak baik dan menimbulkan fitnah nantinya. lebih baik segera tanya sang aku. kenapa ia tak henti menitikkan air mata, ada apa wahai aku?

Baca lebih lanjut