hanya karena sebuah nasehat kecil lantas disindir habis habisan ?

cropped-p9114967-copy.jpgbegini lah tabiat jalan ini, tak selamanya kata kata kebaikan akan di terima dengan lapang dada,
tak selamanya niat baik akan ditanggapi dengan ikhlas dan tanpa su’udzhan
tak selamanya pendapat pendapat kan di dengar dengan kepala dingin

kadang kala, kebaikan dibalas dengan sindiran pedih
kadang kala, kebaikan hati dibalas dengan cacian tak terperi
kadang kala, pendapat hanya akan masuk dan keluar dari lubang telinga yang sama
dan kadang kala, prasangka selalu dikemukakan kedepan tanpa menilik kenyataan sebenarnya

Baca lebih lanjut

Iklan

rihlah keluarga besar Ijtihad

“pak, mundur dulu ! ndak nampak jalan sampik ?! manyasak jo lai”, ujar seorang pria dari pinggir jalan pada sopir bus yang kami kendarai. Buya, ya begitu kami memanggil sang sopir, hanya diam saja. cukup wajahnya yang sudah menampakkan luapan emosi menjadi alasan kediamannya.

“mundur mundur !”, perintah pria itu tadi. Aku tak tahu ia tukang parkir di sana, atau memang pemuda setempat yang bersikap pratiotik dalam mengurus lalu lintas di lokasi itu. Masa bodoh, aku tak terlalu memikirkannya, tapi dari cara bicaranya cukup terasa menusuk ke dada.

edit 6

Baca lebih lanjut

dimana ada pertemuan akan ada perpisahan….

kenangan  di akhir kepengurusan….

Rasanya begitu cepat 1 tahun berlalu bersama antum antuna semua di KPSDM. Dan begitu banyak hal yang telah kita perbuat. Ada begitu banyak kenangan manis yang ana ukir bersama antum/na sekalian. Walaupun ada yang hari ini tidak bersama kita lagi, ada yang harus dipisahkan jarak karena tuntukan perkuliahan. Tapi ingatlah, ta’liful khuluq itu akan selalu ada di hati ini. Sahabatku sekalian masih banyak tugas-tugas yang harus kita kerjakan. Mintalah punggung yang kuat agar bisa menahan beban amanah yang di titipkan kepada kita. Jangan sekali kali terbersit untuk jauh dari amanah, karena sesungguhnya amanah itu adalah representasi dari bagaimana kulitas diri kita, semakin banyak amanah maka antum/na masih dianggap kader yang bermanfaat di jalan dakwah ini. Dan juga keluar dari barisan ini bukanlah solusi permasalahan, sesekali langkah kita terpuruk itu wajar. Sesekali iman kita jatuh ke lembah maksiat itu normal, sesekali ada kegalauan dunia hadir di diri itu biasa, dan sesekali ada kesalahan yang hadir di dalam diri itu sudah Sunnatullah nya. Hanya saja yang menjadi hal luar biasa dalam diri kita ketika kita mampu bangkit dari itu semua. Semoga kita termasuk orang-orang yang allah beri kekuatan dan keistiqamahan dalam setiap mengarungi medan da’wah ini. Aamiin.

Baca lebih lanjut

Dialog selepas Zhuhur

siang ini, ba’da zhuhur, aku melepas penat dengan bersantai di depan halaman mesjid Nurul Iman, Pondok, lalu, salah seorang sahabat yang menyertaiku perjalananku menuju jembatan siti nurbaya, turut duduk di sampingku, ia pun entah kenapa bertanya, sebuah pertanyaan yang tak terhitung lagi jumlahnya, hampir bosan ku dengar belakangan ini, “kenapa kamu tidak mencoba seperti mereka?” “mereka siapa?”, jawabku

“ya… mereka yang sama seperti mu, katanya sedang memperdalam agama Islam, aktif di organisasi Islam di kampus, tapi…”, ia menggantung kalimat terakhirnya “tapi apa?”, aku penasaran “tapi mereka tetap begitu lincah dalam pergaulan, hmmm… maksudnya begini, mereka bisa pegang pegangan tangan dengan lawan jenisnya, ketawa ketawa, hang out bareng… sedangkan kamu?”, ia menghela napas panjang aku hanya tersenyum, bukan sebuah pertanyaan asing lagi mengejutkan, aku sudah terlalu sering ditanyai begitu… “apa salah?”, aku membuka jawaban “ya gak sih, tapi aneh saja”, ia menjawab seadanya

Baca lebih lanjut

Rapat (dakwah) cuma formalitas saja ?

tulisan ini, hadir sebagai feedback, dari tulisan seorang sahabat, yang menurut saya, memiliki judul yang cukup kontroversial “Rapat (dakwah) cuma formalitas saja”. Saya begitu tertarik  menanggapi dan membahas mengenai kebiasan rapat di kalangan aktivis dakwah kampus (ADK) yang lain dalam berbagai hal, baik itu sisi teknis rapat, maupun pengambilan keputusan, dan ruh yang menjiwai rapat itu sendiri.

dalam tulisannya sahabat ana menyampaikan bahwa rapat dikalangan aktivis dakwah bukanlah segalanya. Kreatifitas dalam komunikasi harus di salurkan lebih luwes lagi ketimbang cara sekarang yang menurut pendapatnya, banyak menghambat kreatifitas komunikasi kader, beliau juga menekankan bahwa penyampaian secara langsung kepada pihak yang dituju (seperti ketua, koordinator,dll) jauh lebih efisien ketimbang harus menunggu rapat.

Memang tidak ada yang salah dengan menyampaikan langsung pendapat dan pemikiran kepada mas’ul (penanggung jawab pria), atau mengeluarkan ide ide terbaik kita pada mas’ulah (penanggung jawab wanita). Namun kalau memang hanya cukup begitu saja, dengan begitu rapat tak perlu digelar lagi atau memang benar rapat dakwah cuma  formalitas saja ditengah kita saat ini ? dan  kenapa harus di adakan juga ? toh, bisa saja kita nge-BBM atau pakai WhatsApp menyampaikan ide pada ketua atau kaputnya , dan whatever mereka mau nanggapi apa.

Baca lebih lanjut

potret PKM (Pekan Kreatifitas Mahasiswa) Politeknik Negeri Padang 2012

assalamu’alaikum
ini hasil jepretan gilang waktu pembukaan PKM ato Pekan Kreatifitas Mahasiswa di Politeknik Negeri Padang tanggal 1 oktober 2012 yang lalu…
masih banyak out of focus nih photonya… dan perbandingan warna serta lightning nya juga masih gimaaaanaaa gitu, maklum masih banyak belajar

so let’s enjoy it… syukran

Aksi Damai “Aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya

assalamu’alaikum
ini adalah dokumentasi dari aksi damai “aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya
aksi damai berupa long march dari kantor DPRD Sumbar yang di awali dengan orasi di depan kantor DPRD di lanjutkan berjalan bersama ke kantor Gubernur Sumbar
di ikuti oleh kesatuan dan organisasi mahasiswa dan masyarakat dari semua golongan, seperti BEM KM Unand, BEM KM UNP, FKI Rabbani Unand, PAHAM Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia chapter Sumbar, kawan kawan dari komunitas underground dan komunitas motor Byonic Padang.
semoga apa yang di serukan bisa di dengar oleh mereka yang harusnya mendengar…

dari Sumbar untuk Rohingya