Pelangi yang (tak lagi) dirindukan

titipannya

TIKAMAN – Tak lagi sekedar luka yang ku torehkan. Tak lagi hanya perih yang kuberikan. Namun tikaman, tepat di hati yang di dalamnya engkau jaga segala kepercayaan. Aku sadar, aku bukan lelaki baik yang pantas engkau pertahankan berkali-kali. Setelah engkau putuskan untuk pergi tanpa menoleh ke belakang lagi, langkah ku makin tak jelas dan tak ada arti. Sungguh ! Telah kucoba namun selalu gagal. Entah karena dosa yang mesti ku tanggung atau karena dari awal aku terlalu hina tuk jadi pangeran berkudamu.


Dan, telah engkau beri maaf itu dari bibirmu, tak ada lagi dendam ujarmu. Namun aku sadar sepenuhnya, tak kan pernah kaca yang pecah kan kembali utuh meski diperbaiki oleh maestronya sekalipun. Apalagi hati jauh lebih rapuh dari kaca bukan ? Dan pintu itu tak kan terbuka untuk kedua kalinya, benarkan ?

Namun, karena naifku sampai detik ini harapanku masih kan selalu sama. Aku masih nengharapkan pelangi yang sama yang menaungi langit redup setelah hujan lebat dalam hidupku. Meski langkah ku kini kian tertatih, harapku masih tetap kan sama. Meski kata pasti kian memudar, tapi harapku masih tak kan berubah. Sampai benar-benar ada langit lain yang ingin engkau naungi pelangi… Dariku untuk para lelaki yang salah dalam mengambil langkah…

Iklan

Dan Kusebut ini, Pelangi

Assalamu’alaikum…

sedikit dari koleksi jepretan saya, bunga bunga yang mewangi dengan aromanya mengindahkan ketika di pandang, saya coba bingkai dalam frame kamera. di ambil dari beberapa lokasi dan dalam waktu yang berbeda beda. berbagai warna saya coba satukan dalam satu keindahan yang sama. Bak pelangi selepas hujan, maka bunga bunga ini adalah kumpulan warna yang mengindahkan tanah tanah yang mereka tumbuhi.

kamera yang saya gunakan rata rata Canon EOS 550 D dengan lensa yang berbeda beda seperti lensa fix, standar 18-55 mm, dan tele 55-300 mm.

Jodoh Ubur Ubur Api

man o warUbur-ubur api (Physalia) atau kalau di luar negeri punya julukan Portuguese men o’ war dikarenakan bentuk tubuhnya menyerupai kapal perang abad 18 yang biasa disebut man-of-war. dalam kasus ini lebih mirip dengan kapal man-of-war versi portugis yang layarnya sedang terkembang penuh. Hewan ini  dikenal memiliki sengatan yang cukup berbahaya, yang mengakibatkan adanya jejak kemerahan di kulit hingga 2-3 hari setelah tersengat. biasanya rasa sakit sengatan akan hilang dalam waktu beberapa jam. namum, jika racun dari sengat ini menjalar dalam darah hingga ke kelenjar getah bening, maka akan mengakibatkan intensitas rasa sakit yang luar biasa, dan bahkan bisa berujung kematian. dan ingat, jika suatu waktu menemukan spesies ini di tepi pantai jangan sekali-kali menyentuhnya dengan tangan kosong. Karena walaupun terdampar dalam waktu beberapa hari, sengatnya masih sanggup untuk melukai manusia.  Biasanya ubur-ubur api bisa ditemukan di sekitaran laut dengan perairan yang hangat seperti samudra pasifik, hindia, dan sepanjang pesisir australia. Habitat lainnya bisa ditemukan di sekitaran laut kolombia. mengapung-ngapung dengan tenang di atas permukaan laut dan sesekali akan tersapu oleh ombak hingga ketepi pantai,

Sebenarnya, hewan ini bukanlah ubur-ubur sejati (kelas Scyphozoa), meskipun masih termasuk dalam filum Cnidaria bersama-sama dengan ubur-ubur. meskipun tampak sebagai hewan tunggal, ubur-ubur api sebenarnya merupakan gabungan dari empat kelompok polip yang masing-masing membentuk koloni yang terspesialisasi. Kelompok pertama adalah yang membentuk badan pengapung (pneumatophore) yang selalu tampak dari atas permukaan laut. biasanya berwarna biru, merah muda, ungu dan dengan tubuh yang bening, biasa disebut dengan sail (pelayar). pneumatophore biasa terisi dengan gas. inilah mengapa ubur-ubur api bisa mengapung di lautan. kelompok kedua mengurus proses pengolahan makanan (gastrozooid), kelompok ketiga sebagai pertahanan (dactylozooid) membentuk sengat (nematocyst, panjang sekitar 10 sampai 50 m), dan kelompok keempat bertugas untuk perkembangbiakan (gonozooid). Keempat kelompok ini tidak mampu hidup sendiri, meskipun secara struktural memiliki kelengkapan untuk hidup. empat polip inilah yang bekerja sama dan saling menghidupi satu sama lain Baca lebih lanjut

pilihlah dengan hati bukan dengan matamu

fire heart

Urusan ini sebenarnya amat sederhana. Seseorang yang mencintaimu karena fisik, maka suatu hari ia juga akan pergi karena alasan fisik tersebut. Seseorang yang menyukaimu karena materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi ! Karena hati tidak pernah mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk.
  “Tere Liye, buku “Berjuta Rasanya”

maka pelak sudah kita kena dengan pernyataan di atas. siapa siapa yang mencintai hanya berlandaskan keadaan fisik, harta kekayaan, posisi dan jabatan maka bersiaplah untuk ditinggalkan ketika semua alasan duniawi itu memudar, dan itu pasti. tak kan ada seseorang yang akan tetap cantik di umur tua nya atau tetap gagah dengan giginya yang sudah mulai menghilang.

Baca lebih lanjut

hanya karena sebuah nasehat kecil lantas disindir habis habisan ?

cropped-p9114967-copy.jpgbegini lah tabiat jalan ini, tak selamanya kata kata kebaikan akan di terima dengan lapang dada,
tak selamanya niat baik akan ditanggapi dengan ikhlas dan tanpa su’udzhan
tak selamanya pendapat pendapat kan di dengar dengan kepala dingin

kadang kala, kebaikan dibalas dengan sindiran pedih
kadang kala, kebaikan hati dibalas dengan cacian tak terperi
kadang kala, pendapat hanya akan masuk dan keluar dari lubang telinga yang sama
dan kadang kala, prasangka selalu dikemukakan kedepan tanpa menilik kenyataan sebenarnya

Baca lebih lanjut

Sepucuk surat, catatan hati (teruntuk saudaraku yang jauh disana)

by : gilang Ansharullah

Assalamu’alaikum wr wb

Ba’da tahlil, tahmid, dan shalawat juga disertai dengan pembaharuan niat…

Kaifa haluk akhi? Seperti biasa, senyummu merekah pada setiap saudara yang menyapa mu, semoga saja Allah selalu melindungimu. Aku rindu padamu akhi, rindu pada taujih taujih mu, rindu ketika aku curhat dengan mu sambil berjalan sore mengitari kota Bukittinggi, dan ingatkah engkau malam malam ramadhan itu? Kita berlari mengejar shalat magrib berjamaah di mesjid raya yang sudah memasuki rakaat akhir dan ujungnya memang tidak dapat jamaah pertama, karena terlalu lama mendapatkan makanan untuk perbukaan, ingatkah engkau akh? Setelah jauh, hati ini makin mengerti apa itu ukhuwah, aku menyesal juga belum bisa meng-itsar-kan kepentinganku diatas dirimu ketika dirimu masih ada disampingku, dan kini aku ingin sedikit berbagi denganmu akh, sedikit kisah ku yang telah diberi hidayah oleh Allah Azza Wa Jalla.

Pukul 23.11 wib tanggal 4 oktober 2011, di sebuah ruangan kecil yang biasa kujadikan tempat perisitirahatan setelah penat menghampiri tubuh seharian berkaktifitas. Di rumah kecil yang biasa aku panggil wisma dari pada rumah kontrakan. Wisma ini juga punya panggilan, azzam nama nya. Lebih tepat nya Wisma Azzam. Seperti namanya akh, aku berharap azzam di hati ini juga semakin kuat untuk menjadi muslim yang kaffah.

Ditemani lantunan nasyid dari speaker laptop ku. Aku mulai menulis. Hmmm… lebih tepatnya mengetik apa yang ada di hatiku ini untuk mu akh… setelah sekian lama alfa dari dunia tulis menulis dan pengetikan ^^

Tidak terasa sudah lebih satu tahun aku berada disini, di kampus ini, di wisma ini, di jamaah ini, di forum ini, dan di dalam ukhuwah ini. Tidak terasa sudah sangat banyak juga pelajaran, kenangan, kejadian, yang indah maupun yang menyakitkan hati… Subhanallah… rasanya baru kemaren aku terjerumus dalam jalan yang benar ini akh… sekarang ternyata aku sudah harus jadi senior… sudah punya adik junior… dan otomatis harus jadi qudwah wal  uswatun hasanah… Masyaallah beratnya kalo itu semua tidak di barengi dengan ruhiyah yang kuat, jasadiyah yang sehat, fikrah yang mantap, dan harus ada juga maaliyah nya yang dahsyat… hehe. Tapi selama hal itu masih seimbang dan masih di tarbiyah… Insyaallah semua akan terasa ringan, mudah, dan selalu ada kemudahan. Amin Ya Rabb…

Aku ingin bernostalgia sedikit akh, malam ini entah kenapa aku teringat akan masa masa pertama kenal dengan jamaah ini, forum kerohanian di SMA kita akh. Disana lah awal nya diriku terjerumus. hehe… terjerumus ke jalan yang Insyaallah di ridhai oleh Allah SWT. Awal nya di paksa oleh senior senior ketika masa orientasi awal masuk sekolah, awal kelas 10 diriku mencoba bergabung, walau ogah ogahan dan langsung mendapat posisi dalam sebuah kepanitiaan perlombaan tingkat Sumatera Barat yang rutin diadakan forum tiap tahunnya, LCTKK. Exiting nya tidak ketulungan… sibuk sini sibuk sana… sebenarnya jikalau di tinjau gak perlu segitunya kali… Cuma ya wajarlah anak baru gede yang baru dipercayakan sebuah amanah… selalu berlebihan dalam bertindak… namun ada suatu hal yang disayangkan pada diriku saat itu, seharusnya euphoria kesenangan ku dalam berkontribusi juga harus didukung dengan pemahaman Islam yang tinggi. Namun sayangnya tidak, Mentoring atau istilah keren nya Forum Arrijal sangat jarang sekali aku ikuti. Itu membuat ruh dan qolbu ku terasa kering dan tandus.

Naik kelas 11,  jiwa dan sikap hidup hedonisme malah semakin merajai diri ini, semakin jauh dengan Allah SWT, semakin lemah juga ruhiyah ini, kepribadianku juga menjadi imbasnya, makin buruk kata teman teman ku, Naudzubillah. Ah,  jikalau aku teruskan hanya ada aib saja yang akan terbongkar, walaupun aku masih berstatus anggota aktif FSI, tidak membawa dampak apa apa pada diri ini, karena aku tidak menjalani secara kaffah, setengah setengah dan abu abu. Masih ingat di benakku, ingin tersenyum jikalau aku mengingatnya, ceritanya seperti ini. Pada waktu itu, ada rapat seluruh anggota Forum. Aku juga diundang untuk mengikutinya, cuman dahsyat nya aku datang dengan pakaian yang sungguh luar biasa bin mencengangkan. Celana jeans belel yang robek robek di bagian lutut dan paha, cuman aku memakai celana batik di dalam nya, jadi yang keliatan dari robekan itu adalah batik. Ditambah baju kaus oblong, seperti itu saja. dan tanpa ada rasa bersalah dan tidak nyaman. Tipikal anak muda sekarang, easy going dan anti dengan lingkungan dan tanggapan orang lain. Naudzubillah. selama rapat aku tak henti hentinya ditatapi oleh peserta rapat. Dan besoknya aku dipanggil oleh guru pembina forum karena ulah nekat ku itu,

            “cukup sekali ini ibu lihat kamu memakai pakaian seperti itu ke sekolah, walaupun bukan pada hari sekolah”, kata sang guru. Aku Cuma tertunduk. Jangan diketawain ya akhi, pasti dirimu sudah geleng geleng kepala sekarang ^^ Baca lebih lanjut

Kisah Cinta Sejati

jatuh-cinta

siapa yang berkata bahwa kisah cinta sejati terbaik di muka bumi ini adalah roman antara Romeo dan Juliet karya William Shakepeare, sesungguhnya belum pernah mendengar kisah cinta Ali ibn Abi Thalib RA, sang pemuda cekatan yang cinta akan imu dan putri Sang Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam sendiri, si wanita tegar yang lembut, Fatimah Az zahra. Pasti, karena kisah romeo dan juliet tak lebih dari sebuah roman yang dilukis di atas kertas. Berbanding terbalik dengan kisah yang dilandasi iman dan cinta pada Allah Subhanahu wata’alla dan ini benar benar terjadi sekitar 14 abad silam menghiasi indahnya langit jazirah arab pada masa itu.

Cinta ali pada fatimah bukan cinta konyol yang bisa dengan mudah terlontar begitu saja, namun sebuah cinta yang dihiasi proses kedewasaan di balik umurnya yang masih muda. Cinta yang di simpannya begitu rapat, yang ia sendiri tak yakin itu cinta, sampai suatu saat perasaannya diuji. Baca lebih lanjut