Tak hanya sekedar Toga dan ceremonial belaka

togaini hari hari yang ditunggu tiap umat yang mengabdikan dirinya sebagai mahasiswa, serasa jadi raja atau ratu sehari. momen dimana ia dinobatkan menjadi sarjana sesuai bidang masing-masing. pahitnya perjuangan perkuliahan, sidang akhir, kompre dan segala kegetiran semasa kuliah bagaikan sirna di hari itu.

Alhamdulillah, 7 september ini aku juga berkesempatan mengecap pengalawan diwisuda. ah, ternyata tak senikmat kata orang kebanyakan. lebih banyak capeknya bagiku. berpakaian semi formal, kemeja berdasi, ditambah baju kebesaran para wisudawan, pakaian toga. dengan topi yang memiliki topi jambul yang bergelayutan. yang akan dipindahkan pimpinan kampus dari kiri ke kanan sebagai pengesahan sebagai seorang sarjana, klise.

Baca lebih lanjut

rihlah keluarga besar Ijtihad

“pak, mundur dulu ! ndak nampak jalan sampik ?! manyasak jo lai”, ujar seorang pria dari pinggir jalan pada sopir bus yang kami kendarai. Buya, ya begitu kami memanggil sang sopir, hanya diam saja. cukup wajahnya yang sudah menampakkan luapan emosi menjadi alasan kediamannya.

“mundur mundur !”, perintah pria itu tadi. Aku tak tahu ia tukang parkir di sana, atau memang pemuda setempat yang bersikap pratiotik dalam mengurus lalu lintas di lokasi itu. Masa bodoh, aku tak terlalu memikirkannya, tapi dari cara bicaranya cukup terasa menusuk ke dada.

edit 6

Baca lebih lanjut