Tak hanya sekedar Toga dan ceremonial belaka

togaini hari hari yang ditunggu tiap umat yang mengabdikan dirinya sebagai mahasiswa, serasa jadi raja atau ratu sehari. momen dimana ia dinobatkan menjadi sarjana sesuai bidang masing-masing. pahitnya perjuangan perkuliahan, sidang akhir, kompre dan segala kegetiran semasa kuliah bagaikan sirna di hari itu.

Alhamdulillah, 7 september ini aku juga berkesempatan mengecap pengalawan diwisuda. ah, ternyata tak senikmat kata orang kebanyakan. lebih banyak capeknya bagiku. berpakaian semi formal, kemeja berdasi, ditambah baju kebesaran para wisudawan, pakaian toga. dengan topi yang memiliki topi jambul yang bergelayutan. yang akan dipindahkan pimpinan kampus dari kiri ke kanan sebagai pengesahan sebagai seorang sarjana, klise.

Baca lebih lanjut

Iklan

rihlah keluarga besar Ijtihad

“pak, mundur dulu ! ndak nampak jalan sampik ?! manyasak jo lai”, ujar seorang pria dari pinggir jalan pada sopir bus yang kami kendarai. Buya, ya begitu kami memanggil sang sopir, hanya diam saja. cukup wajahnya yang sudah menampakkan luapan emosi menjadi alasan kediamannya.

“mundur mundur !”, perintah pria itu tadi. Aku tak tahu ia tukang parkir di sana, atau memang pemuda setempat yang bersikap pratiotik dalam mengurus lalu lintas di lokasi itu. Masa bodoh, aku tak terlalu memikirkannya, tapi dari cara bicaranya cukup terasa menusuk ke dada.

edit 6

Baca lebih lanjut

potret PKM (Pekan Kreatifitas Mahasiswa) Politeknik Negeri Padang 2012

assalamu’alaikum
ini hasil jepretan gilang waktu pembukaan PKM ato Pekan Kreatifitas Mahasiswa di Politeknik Negeri Padang tanggal 1 oktober 2012 yang lalu…
masih banyak out of focus nih photonya… dan perbandingan warna serta lightning nya juga masih gimaaaanaaa gitu, maklum masih banyak belajar

so let’s enjoy it… syukran

Aksi Damai “Aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya

assalamu’alaikum
ini adalah dokumentasi dari aksi damai “aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya
aksi damai berupa long march dari kantor DPRD Sumbar yang di awali dengan orasi di depan kantor DPRD di lanjutkan berjalan bersama ke kantor Gubernur Sumbar
di ikuti oleh kesatuan dan organisasi mahasiswa dan masyarakat dari semua golongan, seperti BEM KM Unand, BEM KM UNP, FKI Rabbani Unand, PAHAM Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia chapter Sumbar, kawan kawan dari komunitas underground dan komunitas motor Byonic Padang.
semoga apa yang di serukan bisa di dengar oleh mereka yang harusnya mendengar…

dari Sumbar untuk Rohingya

DAKWAH BACK TO ASHALAH ( KEMBALI KE KEMURNIAN DAKWAH )

Bismillahirrahmanirrahim

Dakwah, pada hakekatnya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. adalah sebuah hal wajib dan urgen bagi tiap tiap manusia yang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW untuk berdakwah. Tidak ada batasan dan rintangan dalam berdakwah. Semua manusia yang mengaku sebagai umat terbaik Rasulullah dan mencintai Beliau wajib mengemban amanah sebagai pembawa risalah selanjutnya, Termasuk Mahasiswa.  Sebagai generasi yang di cap sebagai agent of change dan pelopor peradaban masa depan, mahasiswa wajib ikut berperan serta dalam mensyiarkan Islam dan menjadikan Islam sebagai pedoman perubahan dunia yang lebih baik. Tidak ada kata tidak dan kata tunggu.

Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf (12): 108)

Dalam ayat Al-Qur’an di atas jelas , bahwa orang orang yang mengikuti jalan nya Rasulullah SAW juga harus berdakwah mensyiarkan Islam dengan kemampuan dan kapabilitasnya masing masing. Sebagai mahasiswa tentu ruang lingkup utama yang sesuai kemampuan kita adalah universitas atau kampus tempat kita bernaung. Selanjutnya merambah ke masyarakat dan lingkungan yang lebih besar sesuai kemampuan profesionalitas kita.  Dan bagi manusia tidak ada sedikitpun kata merugi dalam menjalan kan dakwah ini, karena dakwah tidak butuh kita sebagai penggeraknya, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah sebagai motor penggerak ruhiyah kita. Dakwah adalah amal yang terbaik, karena dakwah memelihara amal Islami di dalam pribadi dan masyarakat. Membangun potensi dan memelihara amal shalih adalah amal dakwah, sehingga dakwah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa dakwah ini maka amal shalih tidak akan berlangsung.

Baca lebih lanjut

Dakwah itu cinta !

Dakwah adalah cinta - Semangat

“Jika dakwah tidak bersama antum, maka ia akan berada dengan orang orang lain yang memperjuangkannya, namun jika antum tidak bersama dakwah, dengan siapa antum akan menepi ?

(gubahan : gilang eka putra z “ravent”)

Pertanyaan di atas memang sudah tidak asing dan sudah terlalu sering kita dengar, Memang seperti itu dakwah, dia akan berada selalu dengan orang orang yang di berkahi Allah Azza Wa Jalla, dan orang orang ini adalah orang orang yang di naungi cinta karena Dakwah adalah cinta. sewajarnya cinta akan meminta semuanya dari dirimu. gerakmu, lisanmu, hatimu, pikiranmu, perhatianmu. Berjalan, duduk, dan, berpikir, berbicara, dan tidurmu. dan bahkan hingga di tiap detik mimpi mimpi kita dakwah akan selalu ada, ada dengan cinta pada umat yang mencintainya

jangan mengeluh, sudah sewajarnya dan “harus” begitu, ketika Dakwah meminta untuk mengorbankan energimu hingga tulang belulangmu luluh, otot otot mu yang mereot, Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu cabik. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret,  Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban lebih dahulu karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah SWT pada Beliau, seperti kecintaan Beliau pada umatnya.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz Rahimullah. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Baca lebih lanjut