Ahlan Ya Ramadhan | ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan

ihya ramadhan

 

ada seorang pria
karyawan rendahan disebuah perusahaan kecil
selalu melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya
hal hal kecil mungkin, tapi banyak orang besar yang luput akan hal kecil itu

ketika seseorang berbuat baik setiap hari
apa yang ia dapatkan sebagai balasannya?

ia tak mendapatkan apa-apa
ia tak menjadi lebih kaya
tidak muncul di TV
tetap jadi seseorang yang anonim
tidak akan jadi terkenal
hampir tak ada sama sekali

lantas?
yang ia dapatkan adalah kebahagian
ia menjadi saksi atas segala kebahagian orang orang yang ada disekililingnya
menjadi seseorang yang lebih pengertian
begitu dicintai walau oleh segelintir orang tapi benar-benar cinta sejati
ia mendapatkan apa yang uang tak dapat berikan padanya
dan menjadikan dunia menjadi lebih indah
dan bagaimana denganmu sobat? apakah yang menjadi ambisimu?

Ahlan Ya Ramadhan 1435 H
ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan…

Temu Alumni FSI SMANSA BheKaTe

Assalamu’alaikum
InsyaAllah akan ada Silaturrahim “Reuni” Alumni Fsi Smansa Bukittinggi
yang akan dilaksanakan pada SELASA, 6 Agustus 2013 bertempat di Sekretariat FSI Smansa Lanndbouw, pukul 15.30 – selesai dengan tema
“Harmonisasi Langkah Alumni untuk FSI Smansa Hari Ini”…….

ayo ikhwan wal akhwat, brother and sister bisa hadir dalam agenda luar biasa ini !!

dan tunggu dokumentasi kegiatannyapamflet FSI Smansa

Esensi Ramadhan

Esensi Ramadhan bukan hanya sekedar Masjid yang menjelma ramai oleh semua orang. Bapak-Bapak, Ibu-ibu, laki-laki, wanita, orang tua, pemuda pemudi, remaja, anak-anak, bahkan balita pun hadir meramaikan Masjid yang sebelas Bulan sebelumnya hanya penuh ketika shalat Jum’at saja. Tak penting apakah akan ikut shalat Tarawih berjamaah atau sekedar nongkrong saja. Tak penting apakah ikut mendengar  tausiyah atau menyibukkan diri ngobrol dan bergosip ria.

Esensi Ramadhan bukan hanya sekedar tumpahnya penjual Takjil dan pangan pelengkap berbuka. Mulai dari yang panas sampai yang dingin, mulai dari yang digulai hingga yang digoreng. Mulai dari makanan utama sampai makanan penutup, biasanya lengkap tersedia di lokasi pasar Takjil dadakan. Tak penting yang membeli tadinya puasa atau tidak. Tak penting akan dimakan atau tidak atau tak dipikirkan akan kekenyangan dan susah berangkat ke Masjid nantinya.

Esensi Ramadhan bukan hanya tayangan televisi yang sekonyong-konyong berubah haluan. Presenter acara gosip yang berkerudung walau nanggung. Iklan produk yang dihubungkan dengan sajian sahur dan buka. Sinetron yang menambah embel-embel Islam, Pesantren, Jilbab, Taubat, Ramadhan, yang kalau isinya tetap lebih banyak maksiat. Tak penting akan merusak puasa yang menonton. Tak penting acaranya makin menjauhkan masyarakat dari kehidupan Islam sebenarnya.

Baca lebih lanjut

Andai esok masih ada engkau (Ramadhan)

ramadhan ceria

Aku tertegun setelah menyaksikan sidang itsbat ba’da magrib tadi, cukup lama aku terdiam merenungi hasil keputusan menteri agama, 1 syawal jatuh tanggal 19 agustus, bingung apakah harus bahagia atau sedih, dilema

Bahagia, karna hari berbuka besar telah tiba, akhir dari jihadu nafs telah merekah gembira, namun berpaling di tinggal sang tercinta, Ramadhan… juga cukup menyayat hati

ah, ternyata besok sudah 1 syawal
Sebentar saja, sungguh hanya sekejap rasanya sang kekasih Ramadhan pergi dari pandangan, tak terasa bulir bulir air mata telah berkejaran di kedua pipiku, aku sesekali menyekanya dengan usapan lembut,

Uh, cengeng… biar saja, hati siapa yang tidak perih jika sang kekasih yang cuma bertemu sekali setahun, harus pergi lagi, 11 bulan lagi baru akan bersua, tanpa janji, tanpa kepastian, tanpa ada pelampiasan rindu, di serang sebuah pertanyaan yang cukup menghujam, akankah aku bisa berjumpa lagi, wahai cinta?

Baca lebih lanjut