Ahlan Ya Ramadhan | ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan

ihya ramadhan

 

ada seorang pria
karyawan rendahan disebuah perusahaan kecil
selalu melakukan kebaikan-kebaikan dalam hidupnya
hal hal kecil mungkin, tapi banyak orang besar yang luput akan hal kecil itu

ketika seseorang berbuat baik setiap hari
apa yang ia dapatkan sebagai balasannya?

ia tak mendapatkan apa-apa
ia tak menjadi lebih kaya
tidak muncul di TV
tetap jadi seseorang yang anonim
tidak akan jadi terkenal
hampir tak ada sama sekali

lantas?
yang ia dapatkan adalah kebahagian
ia menjadi saksi atas segala kebahagian orang orang yang ada disekililingnya
menjadi seseorang yang lebih pengertian
begitu dicintai walau oleh segelintir orang tapi benar-benar cinta sejati
ia mendapatkan apa yang uang tak dapat berikan padanya
dan menjadikan dunia menjadi lebih indah
dan bagaimana denganmu sobat? apakah yang menjadi ambisimu?

Ahlan Ya Ramadhan 1435 H
ketika kebaikan berganjar penuh kelipatan…

Iklan

Shubuh Yang Istimewa

Jangan-Tidur-Selepas-Solat-Subuh

pukul 04.10 WIB adzhan shubuh berkumandang di langit Surabaya. Yah, awalnya tak ada hal yang unik. Hanya semangat pagi ini begitu menggebu-gebu. bahkan tak lupa ku lontarkan senyuman pada purnama yang menemani langkahku menuju masjid. Tiap shalat shubuh adalah hal istimewa. karena tidak semua orang bisa menikmatinya. Alhamdulillah, Allah Azza Wa Jalla masih memilihku untuk mencicipi nikmat diawal hari ini. Dari awal takbir shubuh hingga ditutup dengan salam dengan ditemani surat Al-A’la pada rakaat pertama dan tiga surat terakhir Al-Baqorah pada rakaat kedua.

Ada hal yang lebih luar biasa lagi yang kutemui ba’da shubuh ini. ketika semua jama’ah kusyuk berdzikir dan melafadzkan doa, ada seorang pemuda yang duduk di sampingku juga tak kalah kusyuknya. Aku tak kenal siapa dia. Yang mengusik rasa penasaran diriku adalah ketika ia mulai menangis dan tersedu-sedu. Tangannya menengadah ke langit, begitu pasrah. air mata tak henti mengalir dari kedua matanya. penuh isak ia begitu dalam meminta. Aku jadi terdiam melihatnya. Beberapa detik mungkin, mataku tak henti memandang wajahnya. Dan tiba-tiba juga ada air mata yang mengalir di pipiku. Seolah aku tahu apa yang ia minta pada Allah. Seolah aku paham makna di balik air matanya. Ada sebuah pinta yang ku sampaikan dalam doaku pagi ini, karena teringat akan sebuah Hadits,

Dari Abu Ad-Darda’ dia berkata Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

Dan, pagi ini begitu Istimewa. Karena air mata yang tumpah tak selalu tanda kelemahaan. air mata ukhuwah ataukah air mata yang menguatkan langkah di hari ini.

Sungguh, pagi ini ada shubuh yang istimewa.

Ruhiyah Recharging

sesekali mata melirik ke sudut kanan bawah LCD laptop merah maron itu
siap siaga, jika daya pada baterai sampai pada titik kritis
takutnya ia mati seketika
biasanya ada peringatan, ketika tenaga yang tersisa sudah tak seberapa
agar segera charger tercolok pada port yang seharusnya

baterai jiwa

begitu juga jiwa ini, ruh ini
ia bagai baterai pada tubuh ringkih kita
lihat jika ia penuh akan energi positif, banyak kebaikan bisa terlaksanakan
perhatikan jika sudah kosong, alih-alih melakukan sesuatu, hidup pun tidak tenang rasanya

tentu butuh adaptor untuk me recharge kembali baterai yang kosong
kita ini lemah tak ada daya, hanya sebuah hardware ringkih
yang tanpa kekuatan Yang Maha Daya, tak lebih dari sesuatu yang tiada guna
maka kita butuh adaptor yang menghubungkan energi maha dahsyat dari sisi Sang Pemilik ‘Arsy
bagai adaptor untuk menghubungkan energi listrik sekian ratus volt menjadi energi siap pakai yang hanya puluhan atau belasan volt
lantas untuk diri ini apakah adapter itu ?
bukan benda elektronik pastinya, tapi segala amalan-amalan kebaikan kita di dunia
shalat, tilawah, shadaqoh, atau bahkan hanya memberi senyum yang tulus pada mereka disekililing kita
itu adapter untuk meraih tenaga maha dahsyat dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala
agar baterai jiwa kita selalu pada level terbaiknya…

1 : 11 WIB

selasa, 4 februari 2014

1 : 11 WIB
sebenarnya saya juga tak tahu harus menulis apa, namun nurani berbisik, menulislah. Ini sudah sangat larut malam. Namun mata saya tak kunjung mampu tuk di lelapkan. Ada begitu banyak tanya yang tak terjawab. tentang diri, tentang mimpi, tentang langkah langkah yang ingin ku jejaki.

Sejauh ini yang terjadi masih cukup jauh dari yang dikehendaki, kehendak saya tentunya. justru terlalu banyak kegagalan yang hadir baik itu dipenghujung perjuangan, datang tanpa diundang, ataupun terencana dari awal. Kegagalan dari sudut pandang dan kacamata seorang saya tentunya.

1 : 26 WIB
Mata ini tak kunjung bersahabat. bertambah menjengkelkan ketika tiba tiba air mata mengalir tanpa disengaja. Ada banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab selama ini. Malam ini pun begitu. tak banyak juga yang terjawab. justru semakin banyak dan semakin dalam pertanyaan yang hadir. meratapi diri, mengutuki sambil menunjuk-nunjuk batang hidung saya sendiri. Intinya, saya masih tak tahu mesti melangkah kemana dalam hidup ini. Saya sadar, bahwa ada Ar-Rahman, Sang Maha Pengasih yang telah menuliskan skenario drama kehidupan saya. namun sebagai aktor yang handal, mesti ada improvisasi yang mesti saya tonjolkan dan ini yang tetap tak mampu dilakukan. Baca lebih lanjut

Hirup Dalam-Dalam Nafasmu Kawan

hirup nafasmu dalam-dalam kawan
biarkan oksigen memenuhi semua alveolus mu
izinkan eritrosit mengangkut mereka semua
beriringan, menuju tiap jengkal otak mu
hingga impuls-impuls dalam neuron mu berlarian melebihi kilatan cahaya
dan menjelma menjadi imajinasi seluas angkasa
hadir membawa segala mimpi dan asa
menunggu terwujud menjadi sebuah realita
dan menjadi sebuah mahakarya

hirup nafasmu dalam-dalam kawan
dan berlarilah,
berlari hingga mimpimu kan kau dapati…

Jodoh Ubur Ubur Api

man o warUbur-ubur api (Physalia) atau kalau di luar negeri punya julukan Portuguese men o’ war dikarenakan bentuk tubuhnya menyerupai kapal perang abad 18 yang biasa disebut man-of-war. dalam kasus ini lebih mirip dengan kapal man-of-war versi portugis yang layarnya sedang terkembang penuh. Hewan ini  dikenal memiliki sengatan yang cukup berbahaya, yang mengakibatkan adanya jejak kemerahan di kulit hingga 2-3 hari setelah tersengat. biasanya rasa sakit sengatan akan hilang dalam waktu beberapa jam. namum, jika racun dari sengat ini menjalar dalam darah hingga ke kelenjar getah bening, maka akan mengakibatkan intensitas rasa sakit yang luar biasa, dan bahkan bisa berujung kematian. dan ingat, jika suatu waktu menemukan spesies ini di tepi pantai jangan sekali-kali menyentuhnya dengan tangan kosong. Karena walaupun terdampar dalam waktu beberapa hari, sengatnya masih sanggup untuk melukai manusia.  Biasanya ubur-ubur api bisa ditemukan di sekitaran laut dengan perairan yang hangat seperti samudra pasifik, hindia, dan sepanjang pesisir australia. Habitat lainnya bisa ditemukan di sekitaran laut kolombia. mengapung-ngapung dengan tenang di atas permukaan laut dan sesekali akan tersapu oleh ombak hingga ketepi pantai,

Sebenarnya, hewan ini bukanlah ubur-ubur sejati (kelas Scyphozoa), meskipun masih termasuk dalam filum Cnidaria bersama-sama dengan ubur-ubur. meskipun tampak sebagai hewan tunggal, ubur-ubur api sebenarnya merupakan gabungan dari empat kelompok polip yang masing-masing membentuk koloni yang terspesialisasi. Kelompok pertama adalah yang membentuk badan pengapung (pneumatophore) yang selalu tampak dari atas permukaan laut. biasanya berwarna biru, merah muda, ungu dan dengan tubuh yang bening, biasa disebut dengan sail (pelayar). pneumatophore biasa terisi dengan gas. inilah mengapa ubur-ubur api bisa mengapung di lautan. kelompok kedua mengurus proses pengolahan makanan (gastrozooid), kelompok ketiga sebagai pertahanan (dactylozooid) membentuk sengat (nematocyst, panjang sekitar 10 sampai 50 m), dan kelompok keempat bertugas untuk perkembangbiakan (gonozooid). Keempat kelompok ini tidak mampu hidup sendiri, meskipun secara struktural memiliki kelengkapan untuk hidup. empat polip inilah yang bekerja sama dan saling menghidupi satu sama lain Baca lebih lanjut

Tak hanya sekedar Toga dan ceremonial belaka

togaini hari hari yang ditunggu tiap umat yang mengabdikan dirinya sebagai mahasiswa, serasa jadi raja atau ratu sehari. momen dimana ia dinobatkan menjadi sarjana sesuai bidang masing-masing. pahitnya perjuangan perkuliahan, sidang akhir, kompre dan segala kegetiran semasa kuliah bagaikan sirna di hari itu.

Alhamdulillah, 7 september ini aku juga berkesempatan mengecap pengalawan diwisuda. ah, ternyata tak senikmat kata orang kebanyakan. lebih banyak capeknya bagiku. berpakaian semi formal, kemeja berdasi, ditambah baju kebesaran para wisudawan, pakaian toga. dengan topi yang memiliki topi jambul yang bergelayutan. yang akan dipindahkan pimpinan kampus dari kiri ke kanan sebagai pengesahan sebagai seorang sarjana, klise.

Baca lebih lanjut