Love Back to Asholah

cinta Allah

Mengembalikan keoriginalitasan cinta? Sangat sederhana. Bukan perkara muluk. Tidak bicara perasaan. Apalagi sekedar ucapan sayang.

Ya, sangat sederhana. Sesederhana engkau menikmati tetesan hujan pagi ini. Sesederhana engkau mensyukuri tiap udara dihelaan nafasmu. Sesederhana ucapan Hamdalah ketika lambungmu terisi.

Mengembalikan keoriginalitasan cinta? Kembalikan saja ia pada yang Maha Mencinta. Seperti sifat yang tersemat pada Nya, al-Waduud. Yang menurut tafsir  syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di bahwasanya asal kata nama ini berarti al-mahabbah ash-shaafiyah atau kecintaan yang murni.

Cinta yang murni itu sederhana. Sesederhana seorang hamba yang ingin dicinta Rabb nya dan mencinta Rabb nya

{وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ}

“Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu (Allah ‘Azza wa Jalla) kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesengguhnya Rabb-ku Maha Mencintai hamba-hamba-Nya lagi Maha Pengasih” (QS Hud : 90).

 

Ruhiyah Recharging

sesekali mata melirik ke sudut kanan bawah LCD laptop merah maron itu
siap siaga, jika daya pada baterai sampai pada titik kritis
takutnya ia mati seketika
biasanya ada peringatan, ketika tenaga yang tersisa sudah tak seberapa
agar segera charger tercolok pada port yang seharusnya

baterai jiwa

begitu juga jiwa ini, ruh ini
ia bagai baterai pada tubuh ringkih kita
lihat jika ia penuh akan energi positif, banyak kebaikan bisa terlaksanakan
perhatikan jika sudah kosong, alih-alih melakukan sesuatu, hidup pun tidak tenang rasanya

tentu butuh adaptor untuk me recharge kembali baterai yang kosong
kita ini lemah tak ada daya, hanya sebuah hardware ringkih
yang tanpa kekuatan Yang Maha Daya, tak lebih dari sesuatu yang tiada guna
maka kita butuh adaptor yang menghubungkan energi maha dahsyat dari sisi Sang Pemilik ‘Arsy
bagai adaptor untuk menghubungkan energi listrik sekian ratus volt menjadi energi siap pakai yang hanya puluhan atau belasan volt
lantas untuk diri ini apakah adapter itu ?
bukan benda elektronik pastinya, tapi segala amalan-amalan kebaikan kita di dunia
shalat, tilawah, shadaqoh, atau bahkan hanya memberi senyum yang tulus pada mereka disekililing kita
itu adapter untuk meraih tenaga maha dahsyat dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala
agar baterai jiwa kita selalu pada level terbaiknya…

1 : 11 WIB

selasa, 4 februari 2014

1 : 11 WIB
sebenarnya saya juga tak tahu harus menulis apa, namun nurani berbisik, menulislah. Ini sudah sangat larut malam. Namun mata saya tak kunjung mampu tuk di lelapkan. Ada begitu banyak tanya yang tak terjawab. tentang diri, tentang mimpi, tentang langkah langkah yang ingin ku jejaki.

Sejauh ini yang terjadi masih cukup jauh dari yang dikehendaki, kehendak saya tentunya. justru terlalu banyak kegagalan yang hadir baik itu dipenghujung perjuangan, datang tanpa diundang, ataupun terencana dari awal. Kegagalan dari sudut pandang dan kacamata seorang saya tentunya.

1 : 26 WIB
Mata ini tak kunjung bersahabat. bertambah menjengkelkan ketika tiba tiba air mata mengalir tanpa disengaja. Ada banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab selama ini. Malam ini pun begitu. tak banyak juga yang terjawab. justru semakin banyak dan semakin dalam pertanyaan yang hadir. meratapi diri, mengutuki sambil menunjuk-nunjuk batang hidung saya sendiri. Intinya, saya masih tak tahu mesti melangkah kemana dalam hidup ini. Saya sadar, bahwa ada Ar-Rahman, Sang Maha Pengasih yang telah menuliskan skenario drama kehidupan saya. namun sebagai aktor yang handal, mesti ada improvisasi yang mesti saya tonjolkan dan ini yang tetap tak mampu dilakukan. Baca lebih lanjut

Andai ia tahu betapa aku mencintainya

sejak awal aku begini karena aku peduli padamu
walau engkau meresponnya dengan tatapan tajam dari sudut matamu

bukan aku tak mengerti akan pilihanmu
silahkan engkau rangkai langkahmu sendiri, hanya jangan sampai melesat menjauh dari Sang Ilahi

aku tahu, langkahku kelam dulu
tapi bukan berarti bisa jadi hujjah bagimu untuk mengeja cara yang salah

aku takut dunia menjauhkanmu dari Ar-Rahman
aku terlalu takut untuk hal itu

sebut aku paranoid
panggil aku posesif
silahkan bilang aku over protektif dan sok ngatur
tetap doa dan sedikit nasehat tak kan henti dari bibirku

hanya saja, aku ingin engkau tahu
aku begini, karena aku mencintaimu
Ya Rabb, andai ia tahu betapa aku mencintainya

Jodoh Ubur Ubur Api

man o warUbur-ubur api (Physalia) atau kalau di luar negeri punya julukan Portuguese men o’ war dikarenakan bentuk tubuhnya menyerupai kapal perang abad 18 yang biasa disebut man-of-war. dalam kasus ini lebih mirip dengan kapal man-of-war versi portugis yang layarnya sedang terkembang penuh. Hewan ini  dikenal memiliki sengatan yang cukup berbahaya, yang mengakibatkan adanya jejak kemerahan di kulit hingga 2-3 hari setelah tersengat. biasanya rasa sakit sengatan akan hilang dalam waktu beberapa jam. namum, jika racun dari sengat ini menjalar dalam darah hingga ke kelenjar getah bening, maka akan mengakibatkan intensitas rasa sakit yang luar biasa, dan bahkan bisa berujung kematian. dan ingat, jika suatu waktu menemukan spesies ini di tepi pantai jangan sekali-kali menyentuhnya dengan tangan kosong. Karena walaupun terdampar dalam waktu beberapa hari, sengatnya masih sanggup untuk melukai manusia.  Biasanya ubur-ubur api bisa ditemukan di sekitaran laut dengan perairan yang hangat seperti samudra pasifik, hindia, dan sepanjang pesisir australia. Habitat lainnya bisa ditemukan di sekitaran laut kolombia. mengapung-ngapung dengan tenang di atas permukaan laut dan sesekali akan tersapu oleh ombak hingga ketepi pantai,

Sebenarnya, hewan ini bukanlah ubur-ubur sejati (kelas Scyphozoa), meskipun masih termasuk dalam filum Cnidaria bersama-sama dengan ubur-ubur. meskipun tampak sebagai hewan tunggal, ubur-ubur api sebenarnya merupakan gabungan dari empat kelompok polip yang masing-masing membentuk koloni yang terspesialisasi. Kelompok pertama adalah yang membentuk badan pengapung (pneumatophore) yang selalu tampak dari atas permukaan laut. biasanya berwarna biru, merah muda, ungu dan dengan tubuh yang bening, biasa disebut dengan sail (pelayar). pneumatophore biasa terisi dengan gas. inilah mengapa ubur-ubur api bisa mengapung di lautan. kelompok kedua mengurus proses pengolahan makanan (gastrozooid), kelompok ketiga sebagai pertahanan (dactylozooid) membentuk sengat (nematocyst, panjang sekitar 10 sampai 50 m), dan kelompok keempat bertugas untuk perkembangbiakan (gonozooid). Keempat kelompok ini tidak mampu hidup sendiri, meskipun secara struktural memiliki kelengkapan untuk hidup. empat polip inilah yang bekerja sama dan saling menghidupi satu sama lain Baca lebih lanjut

Seperti Dedaunan Bambu di Depan Rumahku

tadi sore, ketika sedang menyapu dedaunan bambu yang merimbun di halaman, ada sebuah pelajaran mengenai hati yang bisa ku petik,
aku berguman, halaman itu bagaikan ruang hati, dan dedaunan yang gugur pada masanya bagaikan dosa yang menutupi halaman hati ini,
serajin apapun membersihkannya, sang daun kering kan kembali menghiasi tiap jengkal halaman itu, di tambah hembusan angin sore yang membuat para daun2 itu kembali ke posisinya masing2 setelah disapu,
seperti itu lah kiranya, dosa yang hadir di halaman jiwa, akan selalu hadir lagi, terkadang ada angin keenggenan dan maksiat yang membuat dosa kembali walau sudah disapu dengan lidi taubat,
oleh karenanya jangan lelah atau bosan menyapu daun2 dosa di hati, dengan ibadah, dzikrullah, dan amal2 baik dalam bermuamalah…
semakin banyak daun yang gugur, makin kencang angin berhembus maka harusnya makin giat kita menyapu halaman hati dan jiwa dengan ibadah2 yang kusyuk dan semakin mendekatkan diri pada Allah Azza wa jalla, harusnya begitu…

Allahu’alam bi shawab

kembali ke masa itu

Sahabatku, bolehkah aku, ah aku terlalu rapuh untuk mengatakannya. Kalimatku tak sempat ku sudahi. Aku terlalu takut, takut jika aku harus menyakiti perasaanmu lebih dari yang biasanya aku terima, lebih dari yang pernah engkau tau. Tapi, jika tak kuselesaikan maka aku akan selalu diselimuti rasa penasaran yang amat dalam. Jadi sekali lagi. Rabbi-shrahli shodri wayassirli amri wa-hlul ‘uqdata-mmi-llisani ya-fqahu qauli.

Bolehkah aku. Maaf, maksudku, maukah engkau menemaniku? Ah, tentu engkau akan bertanya kemana? Aku ingin engkau menemaniku menjelajahi waktu, mengenang kembali kisah kisah yang pernah kita rajut di awal perjalanan kita.

Baca lebih lanjut