Dialog selepas Zhuhur

siang ini, ba’da zhuhur, aku melepas penat dengan bersantai di depan halaman mesjid Nurul Iman, Pondok, lalu, salah seorang sahabat yang menyertaiku perjalananku menuju jembatan siti nurbaya, turut duduk di sampingku, ia pun entah kenapa bertanya, sebuah pertanyaan yang tak terhitung lagi jumlahnya, hampir bosan ku dengar belakangan ini, “kenapa kamu tidak mencoba seperti mereka?” “mereka siapa?”, jawabku

“ya… mereka yang sama seperti mu, katanya sedang memperdalam agama Islam, aktif di organisasi Islam di kampus, tapi…”, ia menggantung kalimat terakhirnya “tapi apa?”, aku penasaran “tapi mereka tetap begitu lincah dalam pergaulan, hmmm… maksudnya begini, mereka bisa pegang pegangan tangan dengan lawan jenisnya, ketawa ketawa, hang out bareng… sedangkan kamu?”, ia menghela napas panjang aku hanya tersenyum, bukan sebuah pertanyaan asing lagi mengejutkan, aku sudah terlalu sering ditanyai begitu… “apa salah?”, aku membuka jawaban “ya gak sih, tapi aneh saja”, ia menjawab seadanya

Baca lebih lanjut

Iklan