Rapat (dakwah) cuma formalitas saja ?

tulisan ini, hadir sebagai feedback, dari tulisan seorang sahabat, yang menurut saya, memiliki judul yang cukup kontroversial “Rapat (dakwah) cuma formalitas saja”. Saya begitu tertarik  menanggapi dan membahas mengenai kebiasan rapat di kalangan aktivis dakwah kampus (ADK) yang lain dalam berbagai hal, baik itu sisi teknis rapat, maupun pengambilan keputusan, dan ruh yang menjiwai rapat itu sendiri.

dalam tulisannya sahabat ana menyampaikan bahwa rapat dikalangan aktivis dakwah bukanlah segalanya. Kreatifitas dalam komunikasi harus di salurkan lebih luwes lagi ketimbang cara sekarang yang menurut pendapatnya, banyak menghambat kreatifitas komunikasi kader, beliau juga menekankan bahwa penyampaian secara langsung kepada pihak yang dituju (seperti ketua, koordinator,dll) jauh lebih efisien ketimbang harus menunggu rapat.

Memang tidak ada yang salah dengan menyampaikan langsung pendapat dan pemikiran kepada mas’ul (penanggung jawab pria), atau mengeluarkan ide ide terbaik kita pada mas’ulah (penanggung jawab wanita). Namun kalau memang hanya cukup begitu saja, dengan begitu rapat tak perlu digelar lagi atau memang benar rapat dakwah cuma  formalitas saja ditengah kita saat ini ? dan  kenapa harus di adakan juga ? toh, bisa saja kita nge-BBM atau pakai WhatsApp menyampaikan ide pada ketua atau kaputnya , dan whatever mereka mau nanggapi apa.

Baca lebih lanjut

Iklan