Pelangi yang (tak lagi) dirindukan

titipannya

TIKAMAN – Tak lagi sekedar luka yang ku torehkan. Tak lagi hanya perih yang kuberikan. Namun tikaman, tepat di hati yang di dalamnya engkau jaga segala kepercayaan. Aku sadar, aku bukan lelaki baik yang pantas engkau pertahankan berkali-kali. Setelah engkau putuskan untuk pergi tanpa menoleh ke belakang lagi, langkah ku makin tak jelas dan tak ada arti. Sungguh ! Telah kucoba namun selalu gagal. Entah karena dosa yang mesti ku tanggung atau karena dari awal aku terlalu hina tuk jadi pangeran berkudamu.


Dan, telah engkau beri maaf itu dari bibirmu, tak ada lagi dendam ujarmu. Namun aku sadar sepenuhnya, tak kan pernah kaca yang pecah kan kembali utuh meski diperbaiki oleh maestronya sekalipun. Apalagi hati jauh lebih rapuh dari kaca bukan ? Dan pintu itu tak kan terbuka untuk kedua kalinya, benarkan ?

Namun, karena naifku sampai detik ini harapanku masih kan selalu sama. Aku masih nengharapkan pelangi yang sama yang menaungi langit redup setelah hujan lebat dalam hidupku. Meski langkah ku kini kian tertatih, harapku masih tetap kan sama. Meski kata pasti kian memudar, tapi harapku masih tak kan berubah. Sampai benar-benar ada langit lain yang ingin engkau naungi pelangi… Dariku untuk para lelaki yang salah dalam mengambil langkah…

Iklan

Puisi Sayyid Qutb Ketika Ia Jatuh Cinta

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

(As-Syahid Sayyid Qutb)

Bukan Aku Tak Peka Akan Rasa

smoke heart

“Bukan aku tak peka akan rasa”

Sungguh, sejak awal aku tahu bahwa memang aku yang engengkau tuju. Tak muluk aku berkata begitu, karena memang jauh berbeda sikapmu padaku berbanding terbalik kepada para ikhwan lain. Bukan aku terlalu percaya diri atau merasa aku yang luar biasa, pun naïf rasanya jika ku nafikan caramu mengenalku. Padahal diriku, apalah yang ada di diriku ini, tak ada yang bisa di banggakan. Berbeda dengan ikhwan lain yang mungkin sudah mengharapkanmu sejak dahulu. Mereka punya hal yang bisa membuat derajat mereka lebih dari diriku, ketampanan mereka, kekayaan mereka, ruhiyah dan ibadah mereka, serta posisi mereka yang jauh dari kata bisa saja. Aku tak punya semua itu, tapi kenapa harus aku?

Baca lebih lanjut

Puisi di Lemari Kamarku

Putih mensuci , Haru Biru, terkadang hitam dendam

pelangi hati yang membentang meragam warna

berjuta rasa mengukir hari kita teman,

mungkin suka, atau derita, juga terselip untaian cinta

bisa jadi sedih, awan gelap amarah, dan matahari semangat cerah

semua berharmoni, menyatu senada dalam qalbu

dan ingin ku senandungkan jua di hati mu teman,

tapi maaf sobat,

tak juga ku harus mensyairkan segala rasa dalam dada

tak juga untukmu teman, tak semua tentunya

biar tiap lembaran putih ini berwarna oleh jiwaku

biar tarian kata dan lenggokan tinta yang berbicara

toh, juga engkau akan merasa

bahwa segala rasa cukup tahu Yang Kuasa

dan biar tiap lembaran putih ini berwarna oleh hatiku

pun dirimu juga akan begitu,

menyimpan melodi qalbumu dariku

bersembunyi dibalik senyum rembulanmu Baca lebih lanjut

retorika ku

banyak orang yang merasa benar
padahal mereka salah, lantas yang
nyata nyata “katanya” paling benar
justru menyalahkan yang lain, dan
menganggap diri paling suci?

apa guna nya kebenaran tanpa cara
yang ahsan dan tak menyenangkan
perasaan?

membela Rasulullah yg di fitnah di
dalam media film di anggap salah?
dan di sangkut paut kan dengan
keimanan mereka? kalau mereka
tidak beriman ngapain capek capek
membela Rasulullah Salallahu wa
alaihi wassalam?

Baca lebih lanjut