menunggu….

titipannyamenunggu itu bukan masalah “datang atau tidak” namun menunggu itu masalah “keyakinan”, yakin bahwa yang ditunggu akan datang cepat atau lambat…

maka jika kau tak yakin dengan apa yang kau tunggu, maka beralihlah segera, sebelum engkau dikecewakan atau malah mengecewakan

Iklan

Sepucuk surat, catatan hati (teruntuk saudaraku yang jauh disana)

by : gilang Ansharullah

Assalamu’alaikum wr wb

Ba’da tahlil, tahmid, dan shalawat juga disertai dengan pembaharuan niat…

Kaifa haluk akhi? Seperti biasa, senyummu merekah pada setiap saudara yang menyapa mu, semoga saja Allah selalu melindungimu. Aku rindu padamu akhi, rindu pada taujih taujih mu, rindu ketika aku curhat dengan mu sambil berjalan sore mengitari kota Bukittinggi, dan ingatkah engkau malam malam ramadhan itu? Kita berlari mengejar shalat magrib berjamaah di mesjid raya yang sudah memasuki rakaat akhir dan ujungnya memang tidak dapat jamaah pertama, karena terlalu lama mendapatkan makanan untuk perbukaan, ingatkah engkau akh? Setelah jauh, hati ini makin mengerti apa itu ukhuwah, aku menyesal juga belum bisa meng-itsar-kan kepentinganku diatas dirimu ketika dirimu masih ada disampingku, dan kini aku ingin sedikit berbagi denganmu akh, sedikit kisah ku yang telah diberi hidayah oleh Allah Azza Wa Jalla.

Pukul 23.11 wib tanggal 4 oktober 2011, di sebuah ruangan kecil yang biasa kujadikan tempat perisitirahatan setelah penat menghampiri tubuh seharian berkaktifitas. Di rumah kecil yang biasa aku panggil wisma dari pada rumah kontrakan. Wisma ini juga punya panggilan, azzam nama nya. Lebih tepat nya Wisma Azzam. Seperti namanya akh, aku berharap azzam di hati ini juga semakin kuat untuk menjadi muslim yang kaffah.

Ditemani lantunan nasyid dari speaker laptop ku. Aku mulai menulis. Hmmm… lebih tepatnya mengetik apa yang ada di hatiku ini untuk mu akh… setelah sekian lama alfa dari dunia tulis menulis dan pengetikan ^^

Tidak terasa sudah lebih satu tahun aku berada disini, di kampus ini, di wisma ini, di jamaah ini, di forum ini, dan di dalam ukhuwah ini. Tidak terasa sudah sangat banyak juga pelajaran, kenangan, kejadian, yang indah maupun yang menyakitkan hati… Subhanallah… rasanya baru kemaren aku terjerumus dalam jalan yang benar ini akh… sekarang ternyata aku sudah harus jadi senior… sudah punya adik junior… dan otomatis harus jadi qudwah wal  uswatun hasanah… Masyaallah beratnya kalo itu semua tidak di barengi dengan ruhiyah yang kuat, jasadiyah yang sehat, fikrah yang mantap, dan harus ada juga maaliyah nya yang dahsyat… hehe. Tapi selama hal itu masih seimbang dan masih di tarbiyah… Insyaallah semua akan terasa ringan, mudah, dan selalu ada kemudahan. Amin Ya Rabb…

Aku ingin bernostalgia sedikit akh, malam ini entah kenapa aku teringat akan masa masa pertama kenal dengan jamaah ini, forum kerohanian di SMA kita akh. Disana lah awal nya diriku terjerumus. hehe… terjerumus ke jalan yang Insyaallah di ridhai oleh Allah SWT. Awal nya di paksa oleh senior senior ketika masa orientasi awal masuk sekolah, awal kelas 10 diriku mencoba bergabung, walau ogah ogahan dan langsung mendapat posisi dalam sebuah kepanitiaan perlombaan tingkat Sumatera Barat yang rutin diadakan forum tiap tahunnya, LCTKK. Exiting nya tidak ketulungan… sibuk sini sibuk sana… sebenarnya jikalau di tinjau gak perlu segitunya kali… Cuma ya wajarlah anak baru gede yang baru dipercayakan sebuah amanah… selalu berlebihan dalam bertindak… namun ada suatu hal yang disayangkan pada diriku saat itu, seharusnya euphoria kesenangan ku dalam berkontribusi juga harus didukung dengan pemahaman Islam yang tinggi. Namun sayangnya tidak, Mentoring atau istilah keren nya Forum Arrijal sangat jarang sekali aku ikuti. Itu membuat ruh dan qolbu ku terasa kering dan tandus.

Naik kelas 11,  jiwa dan sikap hidup hedonisme malah semakin merajai diri ini, semakin jauh dengan Allah SWT, semakin lemah juga ruhiyah ini, kepribadianku juga menjadi imbasnya, makin buruk kata teman teman ku, Naudzubillah. Ah,  jikalau aku teruskan hanya ada aib saja yang akan terbongkar, walaupun aku masih berstatus anggota aktif FSI, tidak membawa dampak apa apa pada diri ini, karena aku tidak menjalani secara kaffah, setengah setengah dan abu abu. Masih ingat di benakku, ingin tersenyum jikalau aku mengingatnya, ceritanya seperti ini. Pada waktu itu, ada rapat seluruh anggota Forum. Aku juga diundang untuk mengikutinya, cuman dahsyat nya aku datang dengan pakaian yang sungguh luar biasa bin mencengangkan. Celana jeans belel yang robek robek di bagian lutut dan paha, cuman aku memakai celana batik di dalam nya, jadi yang keliatan dari robekan itu adalah batik. Ditambah baju kaus oblong, seperti itu saja. dan tanpa ada rasa bersalah dan tidak nyaman. Tipikal anak muda sekarang, easy going dan anti dengan lingkungan dan tanggapan orang lain. Naudzubillah. selama rapat aku tak henti hentinya ditatapi oleh peserta rapat. Dan besoknya aku dipanggil oleh guru pembina forum karena ulah nekat ku itu,

            “cukup sekali ini ibu lihat kamu memakai pakaian seperti itu ke sekolah, walaupun bukan pada hari sekolah”, kata sang guru. Aku Cuma tertunduk. Jangan diketawain ya akhi, pasti dirimu sudah geleng geleng kepala sekarang ^^ Baca lebih lanjut