Potret Duniaku

assalamu’alaikum wr wb

ini postingan ana tentang sedikit dunia ku yang semenjak 2 tahun yang lalu (kurang lebih) mulai ku geluti, masih di bidang kedokteran dengan spesialisasi beton dan bangunan, dokter beton lah kira kira alias teknik sipil

ini sedikit mengambarkan proses pembuatan jembatan anak aia katik, baso Agam

cayoo !!

Iklan

Kisah Cinta Sejati

jatuh-cinta

siapa yang berkata bahwa kisah cinta sejati terbaik di muka bumi ini adalah roman antara Romeo dan Juliet karya William Shakepeare, sesungguhnya belum pernah mendengar kisah cinta Ali ibn Abi Thalib RA, sang pemuda cekatan yang cinta akan imu dan putri Sang Rasulullah Sallahu ‘alaihi Wasallam sendiri, si wanita tegar yang lembut, Fatimah Az zahra. Pasti, karena kisah romeo dan juliet tak lebih dari sebuah roman yang dilukis di atas kertas. Berbanding terbalik dengan kisah yang dilandasi iman dan cinta pada Allah Subhanahu wata’alla dan ini benar benar terjadi sekitar 14 abad silam menghiasi indahnya langit jazirah arab pada masa itu.

Cinta ali pada fatimah bukan cinta konyol yang bisa dengan mudah terlontar begitu saja, namun sebuah cinta yang dihiasi proses kedewasaan di balik umurnya yang masih muda. Cinta yang di simpannya begitu rapat, yang ia sendiri tak yakin itu cinta, sampai suatu saat perasaannya diuji. Baca lebih lanjut

jejak jejak kenangan

menapaki jejak jejak memori 5 tahun yang lalu,

malam ini kuputuskan tidak langsung pulang ke rumah, pukul 21.05 di layar androidku, aku melangkah menjauh dari lokasi proyek, beranjak dari daerah Baso yang tenang dan sepi, tepatnya dari aia katik, sungai janiah. niatnya ingin langsung ke rumah karena dingin nya malam ini begini menusuk, disisakan oleh hujan lebat senja tadi, agar bisa cepat bergelung dengan sang selimut yang akan menghangatkanku di kelanjutan malam ini, ku starter motor supra X 125D cantikku, bergerak tidak terlalu kencang. yaaa, cuma 80-100 KM/jam an lah dan mengarah pasti ke garegeh.

Namun keinginan hati mengarahkan laju motorku menjauh dari rumah, simpang pendakian ke arah STAIN Bukittinggi hanya ku tatap nanar dalam keremangan malam, hanya ku lewatkan. dan kususuri jalan sukarno-hatta menuju daerah pasar bawah, lalu ke jalan sudirman, ku teruskan ke arah kanan menuju belakang balok, ya daerah blaba, dimana banyak waktu yang ku habiskan disini bersama sama kawan kawan seperjuangan di SMP silam.

Baca lebih lanjut

Bingkai wajah antara Bukittinggi – Padang

assalamu’alaikum
kalo jalan jalan mang banyak yang keliatannya bagus untuk di abadikan, ini saya take ketika dalam perjalanan rutin Bukittinggi-Padang, dari kampung halaman menuju kota perantauan

banyak yang terlewatkan, padahal masih banyak hal hal yang luar biasa yang bisa di abadikan, mungkin di lain waktu, InsyaAllah

Aksi Damai “Aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya

assalamu’alaikum
ini adalah dokumentasi dari aksi damai “aliansi Masyarakat Muslim Minang” untuk Rohingya
aksi damai berupa long march dari kantor DPRD Sumbar yang di awali dengan orasi di depan kantor DPRD di lanjutkan berjalan bersama ke kantor Gubernur Sumbar
di ikuti oleh kesatuan dan organisasi mahasiswa dan masyarakat dari semua golongan, seperti BEM KM Unand, BEM KM UNP, FKI Rabbani Unand, PAHAM Sumbar, Majelis Mujahidin Indonesia chapter Sumbar, kawan kawan dari komunitas underground dan komunitas motor Byonic Padang.
semoga apa yang di serukan bisa di dengar oleh mereka yang harusnya mendengar…

dari Sumbar untuk Rohingya

Papaku, Ayah no 1 dihatiku…..

siluet-orang3-250x205

Pagi ini kemarin, ya baru kemarin, ringtone HP ku kembali bergema, mengalun mengisi segala ruang peristirahatan di wismaku tercinta, namun belum sempat aku meraih si HP, deringnya tak terdengar lagi, senyap.

Kulihat siapa yang tadi menelpon, di layar si android mungil ini, tertulis tulisan, “1 missed call, PAPA”

ah, Papa ternyata yang menelpon, ada rasa su’udzhan terlintas di benak, mencemari hati. ah, kabar kecelakaan dan kerusakan motorku mungkin sudah dibawa angin, hingga beliau tahu, ah itu cuma prasangka belaka, ya memang, aku telah bercerita pada mama, 2 hari sebelumnya, bahwa aku membutuhkan dana yang cukup besar, untuk mereparasi motorku, yang telah mengalami kecelakan di Padang Panjang beberapa hari yang lewat, aku memohon pada mama, agar hal papa tidak mengetahui hal ini. Aku tidak ingin menambah kepanikan dan beban berat beliau sebagai Imam dalamm keluarga ku, namun tidak akan selamanya mama bisa menutupi hal ini, karena hanya akan ada kedustaan yang akan terjadi jika tetap bersiteguh menyembunyikan ini, aku jadi takut apakah beliau sedih, kecewa, panik, atau marah besar atas keteledoran sikap ku, Ini yang membuatku mengurungkan niat untuk menelpon kembali, ditambah lagi aku juga memang kere, tidak ada pulsa.

Baca lebih lanjut

KETIKA KE-TSIQOH-AN DIPERTANYAKAN

Assalamu’alaikum akh, af1 ana bsa mnta tlong akh, ana bru plng les akh, dn sdah gk ad angkot lg k pondokan, antm bsa jmput ana? tlong akh, plis

Aku melirik jam di handphone pabrikan korea milikku, jam sepuluh lewat lima menit. Tugas masih menumpuk, berkutat di depan ku dalam layar laptop dengan kelir berwarna merah maron. Ah, ini tantangan ukhuwah, tugas bisa menanti. Mouse pad nya ku sentuh mengarahkan cursor ke arah simbol silang di sudut kanan atas program Auto Cad 2007 yang tengah terbuka menunggu untuk ku mainkan.

Laptop itu pun aku shut down. Aku lihat ada satu SMS lagi yang masuk,

Akh, ana tnggu d smpng gdung RRI y akh. Sykran jzk

Setelah merasa laptop ku aman untuk di tinggalkan, aku beranjak untuk berkemas, lebih tepatnya sekedar memakai jaket. Ku ambil jaket berwarna hitam dengan logo mesjid di bagian punggung nya. Aku keluar kamar menuju kamar sebelah, meminjam motor rencananya.

“assalamu’alaikum akh, sibuk ndak malam ini?”, sambil berdiri di depan pintu kamar, aku buka rencana peminjaman dengan sedikit basa basi,

“ndak bang, Cuma bikin laporan, mau ngetik nih, eh ana boleh pinjam mesin tik nya bang?”, eh, beliau malah balik minjam. Mungkin ada yang bertanya tanya, mesin tik? ya beginilah nasib kami, tipikal anak teknik di kampus ku yang tugasnya luar biasa membunuh, di jaman yang canggih dimana input access sudah memakai layar sentuh, kami masih di perintahkan membuat tugas dengan laptop jaman baheula ini, canggih nya abis ngetik langsung  nge print.

“tafadhal, ambil aja di kamar bang. Eh abang bisa minjam motor antum gak?”, mulai masuk serangan awal.

“hmmm, mau kemana bang?”, aku sedikit di introgasi, wajar harus jelas dan transparan jika ingin meminjamkan sesuatu, apalagi ini motor.

“mau jemput bang danil, kemalaman pulas les, gak ada angkot lagi, bisa gak akh?”, aku meyakinkannya, serangan kedua.

“tafadhal bang, hati hati aja, masih gerimis di luar, ana baru dari warung”, ia mengaruk kantong celana dasarnya, “ini kuncinya bang”

“syukran akh, InsyaAllah bang hati hati”, mission complete, motor bebek dengan warna dominan biru akhirnya berpindah tangan, tapi Cuma sementara waktu.

Aku pun mengeluarkan motor dari rumah, di luar masih gerimis. Setengah jam yang lalu hujan lebat dan masih menyisakan sisa tangisan langit Nya. Jaket ku cukup tebal. Rasanya cukup menaham hujaman rasa dingin di sekujur tubuhku, oleh lambaian lembut angin malam. Helm sudah terpasang, starter motor, dan cabut. Aku menyusuri jalan malam kota Padang di bawah temaran lampu jalan dan rintik rintik hujan. Jalanan basah membuat ku mesti ekstra hati hati dalam memainkan tarikan motor. Karena pada saat hujan lapisan asphaltin pada jalan yang terdapat di dalam bitumen bisa saja keluar dan menambah licinnya jalan, begitu ilmu yang kudapat dari bangku perkuliahan.

Singkat cerita, aku sampai di depan gedung RRI. Lihat lihat sebentar aku menemukan orang yang membutuhkan bantuan ku. Motor ku arahkan ke sampingnya. Baca lebih lanjut