melangkah ke lain dunia

19 september lalu,

sebuah awal dari langkah ku di dunia nyata. ketika status pengangguran ku sirna, di saat itu pulalah tantangan yang menghadang tak lagi sekedar bayang-bayang. dunia yang dulu di nanti-nanti, dunia yang dulu di tunggu-tunggu

dunia kerja adalah dunia keras yang tak kan menyisakan siapa saja yang lemah. lemah pada diri dan juga terhadap rohani. tak jarang akhirat tergadaikan oleh dunia ini. baik langsung maupun tidak, dunia ini akan menguji hingga titik mana keistiqomahan mu bertahan. ini lah pandangan awalku terhadap dunia yang baru dan akan kugeluti kedepannya. tiga hari, tak lebih dari tiga hari aku memulai kisah ku sebagai salah satu karyawan di salah satu perusahaan manufacture and trading di kota Padang. dalam tiga hari ini pula aku benar-benar galau, mengeluh tiap waktu, dan merasa ketakutan yang sangat. takut, kalau-kalau iman harus terjual untuk sesuatu yang nilainya fana. tak jadi soal jika hanya masalah jumlah gaji. namun lebih dari itu. prinsip pun juga di uji disini.

mental, ya sikap mental juga serta di tempa. tiga hari bekerja. aku sudah di cari “orang bagak” sekitar lokasi proyek yang ku awasi buat ditagih masalah pembagian kerja di lokasi proyek. tak main-main, bahkan sampai mencari ke rumah kontrakkan  (wisma tercinta). Alhamdulillah atau malah patut disayangkan aku tak berada di rumah. cuma, untuk anak ingusan yang baru menerjunkan diri di sini, bukan sebuah hal yang cukup aman bagiku. maksudnya, hei ! siapa yang tak panik dan berkeringat dingin dengan tatapan mata yang oleh sungguh, sangat kurang bersahabat. Alhamdulillah Allah masih sedia menemani dan menguatkan aku, hamba-Nya yang benar-benar lemah dan rendah ini. sehingga aku tetap bisa tenang dalam menghadapi mereka. Alahmdulillah

ini, padahal baru awal dari semua jalan yang kutempuh. belum apa-apa aku sudah menyerah. ralat ! bukan menyerah hanya saja posisi yang tak menguntungkan ini nampaknya terus akan berlanjut. Allahu’alam

menunggu….

titipannyamenunggu itu bukan masalah “datang atau tidak” namun menunggu itu masalah “keyakinan”, yakin bahwa yang ditunggu akan datang cepat atau lambat…

maka jika kau tak yakin dengan apa yang kau tunggu, maka beralihlah segera, sebelum engkau dikecewakan atau malah mengecewakan

SAYA KECEWA AKHI..!!!

dikutip dari tullisan Yusran, ST

“Akh, dulu ana merasa sangat semangat dan aktif dalam dakwah ini. Tapi belakangan ini kok rasanya semakin hambar ya. Liqo’at hanyalah sekedar Rutinitas mingguan yang tidak lagi punya arah dan konsep yang jelas untuk berkembangnya dakwah ini, nggak ada peningkatan ruhiyah, fikriyah, jasadiyah, apalagi maaliyah sama sekali, kalau dulu ketika berjumpa ikhwah ceritanya lebih banyak tentang ruhiyah tapi sekarang lebih banyak cerita tentang rupiah. Ukhuwah terasa semakin kering.

Banyak sekali kader yang aktivitas & kontribusinya dalam dakwah ini tidak sesuai dengan level keanggotaannya, apa mungkin karena program akselerasi yang terlampau tinggi, sehingga tidak terevaluasi lagi dengan sangat mendalam dalam hal pengrekrutan. Bahkan akh, ana melihat kenyataan hari ini banyak sekali ikhwah kita sekarang kok aneh-aneh ya sikap dan gaya hidupnya. ” Begitulah keluh kesah seorang kader kepada sahabatnya di suatu senja di bawah rindangnya pohon cemara.

mesjid tua di jorong aia katik

Baca lebih lanjut