Bukittinggi : Rindu yang Menggebu

antara payakumbuh-bukittinggi-padang

antara payakumbuh-bukittinggi-padang

Ketika dari kejauhan Bandara Internasional Minangkabau muncul dan membayang di balik jendela pesawat. Ada perasaan yang tak mampu di ucap oleh kata. Darah seolah berdesir kencang mengisi tiap ruang pembuluh darah dalam tubuh. Bak seseorang yang menemukan mata air di tengah padang pasir. Ya, padang pasir kerinduan lebih tepatnya. Memang tak lama, baru juga tujuh bulan tak menginjakkan kaki di nagari pinggir barat Pulau Sumatera ini, tapi sungguh ada berjuta rasa yang tersimpang olehnya. Bahkan tak ada lagi kata-kata yang bisa di eja untuk mencurahkan betapa rindu itu menggebu dalam hati.

Apalagi setelah kaki menginjak tanah kota Bukittinggi. Ah, segala rasa bergejolak dalam dada seolah ingin terlontar kelangit bagai kembang api di malam-malam ramadhan ini. Kota kecil yang penuh kenangan. Kota kecil yang penuh cerita panjang. Rekaman dari sekian panjang perjalanan. Andai berwujud sudah tentu ia kupeluk. Tapi Bukittinggi terlalu indah untuk ku dekap sendiri.

Sejauh-jauhnya melangkah, sejauh-jauhnya mengejar cita akhirnya akan selalu kembali ke kota kecil ini. Tak lebih mewah memang, tapi jauh lebih menenangkan. Selalu mampu mencuri rindu, selalu mampu membuat untuk kembali lagi, dan bahkan menahan tuk lebih lama lagi disini.

Dan kini, ketika kesibukan dan rutinitas kembali mengisi hari, rindu ini akan tetap menggebu. Untuk terus kembali ke Bukittinggi. Terus hingga nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s