Love Back to Asholah

cinta Allah

Mengembalikan keoriginalitasan cinta? Sangat sederhana. Bukan perkara muluk. Tidak bicara perasaan. Apalagi sekedar ucapan sayang.

Ya, sangat sederhana. Sesederhana engkau menikmati tetesan hujan pagi ini. Sesederhana engkau mensyukuri tiap udara dihelaan nafasmu. Sesederhana ucapan Hamdalah ketika lambungmu terisi.

Mengembalikan keoriginalitasan cinta? Kembalikan saja ia pada yang Maha Mencinta. Seperti sifat yang tersemat pada Nya, al-Waduud. Yang menurut tafsir  syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di bahwasanya asal kata nama ini berarti al-mahabbah ash-shaafiyah atau kecintaan yang murni.

Cinta yang murni itu sederhana. Sesederhana seorang hamba yang ingin dicinta Rabb nya dan mencinta Rabb nya

{وَاسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي رَحِيمٌ وَدُودٌ}

“Dan mohonlah ampun kepada Rabb-mu (Allah ‘Azza wa Jalla) kemudian bertaubatlah kepada-Nya, sesengguhnya Rabb-ku Maha Mencintai hamba-hamba-Nya lagi Maha Pengasih” (QS Hud : 90).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s