1 : 11 WIB

selasa, 4 februari 2014

1 : 11 WIB
sebenarnya saya juga tak tahu harus menulis apa, namun nurani berbisik, menulislah. Ini sudah sangat larut malam. Namun mata saya tak kunjung mampu tuk di lelapkan. Ada begitu banyak tanya yang tak terjawab. tentang diri, tentang mimpi, tentang langkah langkah yang ingin ku jejaki.

Sejauh ini yang terjadi masih cukup jauh dari yang dikehendaki, kehendak saya tentunya. justru terlalu banyak kegagalan yang hadir baik itu dipenghujung perjuangan, datang tanpa diundang, ataupun terencana dari awal. Kegagalan dari sudut pandang dan kacamata seorang saya tentunya.

1 : 26 WIB
Mata ini tak kunjung bersahabat. bertambah menjengkelkan ketika tiba tiba air mata mengalir tanpa disengaja. Ada banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab selama ini. Malam ini pun begitu. tak banyak juga yang terjawab. justru semakin banyak dan semakin dalam pertanyaan yang hadir. meratapi diri, mengutuki sambil menunjuk-nunjuk batang hidung saya sendiri. Intinya, saya masih tak tahu mesti melangkah kemana dalam hidup ini. Saya sadar, bahwa ada Ar-Rahman, Sang Maha Pengasih yang telah menuliskan skenario drama kehidupan saya. namun sebagai aktor yang handal, mesti ada improvisasi yang mesti saya tonjolkan dan ini yang tetap tak mampu dilakukan.

1 : 28 WIB
Hujan mulai turun, membasahi tiap jengkal bumi Pahlawan ini. Semakin menambah epik suasana hati ini. Tersudut sendiri di ujung timur daratan Jawa cukup membuat saya gamang. bagaimana tidak, bocah kemarin sore yang baru menapaki kerasnya hidup ini belum mampu untuk berimprovisasi. Allah sudah punya Jalan Nya. rekam jejak saya seharusnya sudah ada. hanya tinggal mengukuti. namun untuk jadi aktor dunia yang handal saya mesti bisa berimprovisasi, dan itu yang sekali lagi saya tekankan, masih belum sanggup tuk dilakukan. Dan ini jadi penyebab utama begitu banyak kegagalan yang hadir dan menemani langkah saya.

1 : 44 WIB
mata ini masih tak mau diajak kompromi. Kelakukannya semakin menjadi-jadi. air mata tak henti-henti mengalir dari tiap sudutnya. Sesal, haru, kecewa, marah, dan tak berdaya mengalir menjadi satu dalam tiap tetes air mata saya. Allah, bukankah sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan. Bersama dengan kesulitan, ada kemudahan ?

Ya Kariim, saya tak pantas mengutuki keadaan. namun penerimaan akan semua kegagalan bukan pula hal yang ringan.
Ya Rahim, saya tak pintar berimprovisasi dalam skenario hidup Mu, namun izinkan saya mampu menjalani segalanya.
Ya Ghafur, saya terlalu banyak menikmati kufur ketimbang menambah syukur, tapi biarkan saya mereguk ampun Mu.
Ya Malik, saya ini milik Mu, semesta ini Kerajaan Mu, berilah izin Mu untuk saya menjadikannya bekal menuju Jannah Mu.

2 : 00 WIB
Gagal ini hanya sebatas cara pandang saya dalam menyikapi kebaikan yang Allah beri. Pasti akan ada makna dan kisah luar biasa dalam skenario Nya. Improvisasi, Iman dan Amalan saya yang mesti menjadi penguatan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s