Seperti Dedaunan Bambu di Depan Rumahku

tadi sore, ketika sedang menyapu dedaunan bambu yang merimbun di halaman, ada sebuah pelajaran mengenai hati yang bisa ku petik,
aku berguman, halaman itu bagaikan ruang hati, dan dedaunan yang gugur pada masanya bagaikan dosa yang menutupi halaman hati ini,
serajin apapun membersihkannya, sang daun kering kan kembali menghiasi tiap jengkal halaman itu, di tambah hembusan angin sore yang membuat para daun2 itu kembali ke posisinya masing2 setelah disapu,
seperti itu lah kiranya, dosa yang hadir di halaman jiwa, akan selalu hadir lagi, terkadang ada angin keenggenan dan maksiat yang membuat dosa kembali walau sudah disapu dengan lidi taubat,
oleh karenanya jangan lelah atau bosan menyapu daun2 dosa di hati, dengan ibadah, dzikrullah, dan amal2 baik dalam bermuamalah…
semakin banyak daun yang gugur, makin kencang angin berhembus maka harusnya makin giat kita menyapu halaman hati dan jiwa dengan ibadah2 yang kusyuk dan semakin mendekatkan diri pada Allah Azza wa jalla, harusnya begitu…

Allahu’alam bi shawab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s