Memori Daun Bambu

Subhanallah, pagi ini  dea ngamuk-ngamuk depan kamar tidurku di lantai 2, minta di antarkan ke sekolah… agak lebay juga sih bilang dea ngamuk-ngamuk, padahal cuma teriak-teriak minta cepar cepat di antar. tapi tak apalah dea gak tau isi blog ini. jangankan membaca isi blog saya, me-akses ke sini saja belum tentu dia tau… dea agak gaptek ketimbang abang-abangnya… (afwan adikku)

pukul 06.45 pagi, setelah rintik rintik shubuh tadi mulai berhenti, aku dan dea melaju dengan motor biru yang selalu setia menemaniku ke mana saja selama in. misinya satu, ngantar dea ke sekolahnya di daerah panorama. ah, tiap jengkal roda-roda menjejak aspal, kembali mengingatkanku diriku akan masa-masa beberapa tahun yang lalu. selama di dalam perjalanan, kenangan kenangan itu kembali terngiang dengan jelas.  rasanya baru kemarin aku berdiri menunuggu angkutan umum tiap pagi di tepian jalan garegeh ini… sekarang sudah tamat kuliah pula…

tak kan hilang semua kenangan di kota nan sejuk ini, meski begitu banyak kisah baru yang menimpanya di dalam pikiran ini.

seperti dedaunan bambu di depan rumahku… walau banyak tunas tunas kisah baru yang muncul, namun sang bambu tua tetap akan tegar berdiri menaungi kenangan-kenangan lalu itu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s