This My Choise #2

7 september 2013, sore itu

seolah ada kekuatan baru yang mendorongku untuk berdiskusi dengan papa
mencoba membahas ke arah mana aku kan berjalan
lebih tepatnya mempertahankan arah yang kini sudah aku jalani
aku buka dengan meminta izin beliau atas niatku bergabung dalam sebuah lembaga amil zakat professional di kota Padang
tidak mampu aku bendung lagi, semua pikiran yang membuatku tidak tidur tadi malam, padahal esoknya aku akan diwisuda…

entah kenapa pembicaraan kami kembali menjurus pada akhlak dan pilihan ku dalam ber-Islam
melihat tingkah lakuku yang tidak biasa, seperti berjenggot, celana semata kaki, cara shalat, caraku memahami hadits, dan lainnya membuat beliau cemascemas kalau kalau anaknya salah jalan
mungkin itu pemahaman yang selama ini beliau pahami, Allahu a’lam
menurut ku tak juga salah, hanya saja kurang bijak dalam menyikapi perbedaan idelisme ini

aku juga sudah dewasa kataku pada beliau, bukan lagi bocah ingusan yang tak berpikir untuk masa depannya kelak
aku juga punya rencana hidup sendiri
ah, Alhamdulillah semua bisa ku sampaikan dengan air muka yang cukup jernih dan intonasi selembut mungkin

sayang, sore itu harus berakhir cepat
karena beliau harus segera berangkat ke Bukittinggi
aku diminta pulang ke rumah
untuk berdiskusi lebih jauh mengenai ini
diskusi yang cukup panjang rasanya

3 thoughts on “This My Choise #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s