dimana ada pertemuan akan ada perpisahan….

kenangan  di akhir kepengurusan….

Rasanya begitu cepat 1 tahun berlalu bersama antum antuna semua di KPSDM. Dan begitu banyak hal yang telah kita perbuat. Ada begitu banyak kenangan manis yang ana ukir bersama antum/na sekalian. Walaupun ada yang hari ini tidak bersama kita lagi, ada yang harus dipisahkan jarak karena tuntukan perkuliahan. Tapi ingatlah, ta’liful khuluq itu akan selalu ada di hati ini. Sahabatku sekalian masih banyak tugas-tugas yang harus kita kerjakan. Mintalah punggung yang kuat agar bisa menahan beban amanah yang di titipkan kepada kita. Jangan sekali kali terbersit untuk jauh dari amanah, karena sesungguhnya amanah itu adalah representasi dari bagaimana kulitas diri kita, semakin banyak amanah maka antum/na masih dianggap kader yang bermanfaat di jalan dakwah ini. Dan juga keluar dari barisan ini bukanlah solusi permasalahan, sesekali langkah kita terpuruk itu wajar. Sesekali iman kita jatuh ke lembah maksiat itu normal, sesekali ada kegalauan dunia hadir di diri itu biasa, dan sesekali ada kesalahan yang hadir di dalam diri itu sudah Sunnatullah nya. Hanya saja yang menjadi hal luar biasa dalam diri kita ketika kita mampu bangkit dari itu semua. Semoga kita termasuk orang-orang yang allah beri kekuatan dan keistiqamahan dalam setiap mengarungi medan da’wah ini. Aamiin.

Ikhwan wal akhwatifillah,

Sungguh luar biasa perjuangan yang ana rasakan bersama antum/na sekalian. Melihat agenda-agenda kita yang Insya Allah telah terlaksana, melihat perbedaan pendapat dalam rapat dan bekerja, melihat banyak perselisihan yang jika di kenang kembali membuat diri kembali tersenyum sendiri, dan melihat semangat juang antum/na yang luar biasa. Di balik itu semua, ada banyak hal yang menjadi sebuah nilai lebih kita selama ini, dengan sedikit mengenyampingkan kekurangan yang kita miliki. Namun, kita tidak boleh puas hanya sampai disana saja. Dibelakang itu semua banyak hal yang terkadang diluar dugaan ketika yang ana fikirkan hanya keberhasilan suatu agenda, ana tidak memikirkan bagaimana perasaan antum/na sekalian. Tidak peduli dengan apa yang antum/na rasakan. Bisanya cuma menyalahkan sepihak antum/na sekalian. Kata kata ana yang sarkas, ditambah lagi egoisme dan sifat buruk ana yang mungkin telah membuat antum/na cukup kuat dalam menahan sabar dan amarah. Afwan

Ada sebuah tulisan dalam grup Ijtihad yang isinya benar benar membuat ana tak ada artinya sebagai koordinator :

“wahai pemimpin, pernahkah engkau merasakan perasaan orang-orang yang bekerja untuk menjalankan tugas darimu, pernahkah engkau mengintip bilik hati mereka, ketika engkau dengan sombongnya menyuruh mereka untuk bekerja, pernahkah engkau tahu ketika segala urusan mereka harus diundur demi tugas yang engkau berikan bahkan rasa laparpun mereka tahan untuk melaksanakan perintah darimu, andai kau tahu bahwa mereka takkan mengeluh didepan mu, takan pernah mengeluh didepan mu, sekali-kali takkan pernah mengeluh didepan mu.
Tapi ingat, suatu saat semua itu akan ditagih.”

Sungguh dzalim benar diri ini. Oleh karena itu maafkanlah ana. sungguh diri yang dhoif ini tidak terlepas dari rasa khilaf. Ana tau kata kata afwan atau maaf bukanlah sebuah hal mudah untuk diterima. Ana sadar hati antum/na yang terkoyak tak akan kembali hanya dengan kata afwan. Tapi ana harap ada kelapangan hatimu wahai sahabatku.
Satu hal lagi yang membuat hati ini bersedih dan merasakan kecewa terhadap diri ana sendiri dikala semakin banyak ikhwah yang harus berpisah dengan KPSDM. Dari total 15 orang anggota tidak seberapa yang bertahan di akhir kepengurusan. Memang benar antum/na pergi karena ada amanah yang mungkin jauh lebih berat dan itu yang mungkin ana tidak ketahui. Namun di hati ini ada sebersit rindu agar bisa berkumpul lagi, lengkap tanpa ada kekurangan.

Ikhwan wa akhwatifillah
Syukran Jazakumullah. Dengan antum/na sekalian berada di sisi ana ketika bergerak itu adalah sebuah anugrah terbesar yang ana dapatkan selama di KPSDM ini. Ana belajar banyak dari antum/na semua. Ana belajar arti ukhuwah dari diri Naldi, ana belajar ketegasan dari Isrohli. Ana belajar berlembut lisan dari arni, ana belajar manajemen galau dari amel, ana belajar kebijaksanaan dari dika, dan ana mengerti makna ketenangan dari ningsih, ana belajar banyak hal agama dari sardi, ana belajar beretorika dari muslim, dan ana belajar arti perjuangan hidup dari feri dan resta. Ada banyak pelajar yang ana dapatkan dari antum/na sekalian. Karena sejatinya ana bukanlah apa apa tanpa antum di samping ana. Dan ketika ana PKL ana yakin tanpa ana sekalipun antum/na sekalian akan bisa menjalankan fungsi KPSDM dengan baik. Namun ketika antum/na pergi PKL, ana gamang. Dalam waktu yang singkat itu ana takut akan menghancurkan KPSDM.

Ana terkadang sering menbandingkan dan dibandingkan dengan koordinator KPSDM sebelum ana. Ah, ana tidak bisa mengelak bahwa ana bukanlah apa apa dibandingkan mereka. Namun, dibalik bayang bayang itu ada berusaha untuk bisa meningkatkan kapasitas diri, walau terkadang tak sesuai dengan antum/na harapkan.

Syukran jazakumullahu khair wahai sahabatku yang ana cintai karena Allah. Untuk semua kinerja antum/na sekalian, untuk semua keringat antum, untuk setiap rupiah yang antum keluarkan demi berjalannya agenda kita, untuk semua luka yang antum tahan dalam hati, untuk semua letih yang antum tutupi dengan manis senyum, untuk semua untuk semua ide dan pemikiran dahsyat yang menjadi jantung pergerakan. Dan untuk semua kenangan yang engkau rajut indah dalam hati ini, dengan benang ukhuwah sebagai bahan utamanya, sekali syukran untuk semua memori manis ini, sejauh ana bisa berjalan di atas muka bumi Allah ini, ana akan terus mengingat antum selalu. Hanya allah yang bisa membalas setiap keikhlasan dan ketulusan hati antum/na sekalian.

Afwan jiddan mungkin diri ini lebih banyak mendzalimi dari pada mengayomi. Sungguh diri yang lemah ini tidaklah lebih baik dari antum/na sekalian. Sosok yang juga sama-sama ingin mencari keridhoan dari tuhan-NYA. ana mohon maafkanlah kekurangan dalam diri ini.  Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Sungguh perjuangan bersama antum/na takkan pernah ana lupakan. Biarkanlah menjadi kenangan terindah dan teringat selalu dalam memori ini.”

Syukron jazakallah kepada presidium (fauzan, sembari, fahmi elektro, fahmi sipil, nurfi, jalinurfia, dan wirma) yang telah memberikan motivasi serta membantu ana dalam setiap agenda yang diangkatkan KPSDM.

Mungkin ini saja yang bisa tersampaikan……

Syukron jazakallah atas semua pihak yang telah berkontribusi dalam setiap agenda yang diangkatkan KPSDM, hanya Allah Azza wa Jalla lah yang tahu balasan yang tepat buat orang-yang berjuang dijalan-NYA…..

“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Wassalamu’ala!kum…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s