Dialog selepas Zhuhur

siang ini, ba’da zhuhur, aku melepas penat dengan bersantai di depan halaman mesjid Nurul Iman, Pondok, lalu, salah seorang sahabat yang menyertaiku perjalananku menuju jembatan siti nurbaya, turut duduk di sampingku, ia pun entah kenapa bertanya, sebuah pertanyaan yang tak terhitung lagi jumlahnya, hampir bosan ku dengar belakangan ini, “kenapa kamu tidak mencoba seperti mereka?” “mereka siapa?”, jawabku

“ya… mereka yang sama seperti mu, katanya sedang memperdalam agama Islam, aktif di organisasi Islam di kampus, tapi…”, ia menggantung kalimat terakhirnya “tapi apa?”, aku penasaran “tapi mereka tetap begitu lincah dalam pergaulan, hmmm… maksudnya begini, mereka bisa pegang pegangan tangan dengan lawan jenisnya, ketawa ketawa, hang out bareng… sedangkan kamu?”, ia menghela napas panjang aku hanya tersenyum, bukan sebuah pertanyaan asing lagi mengejutkan, aku sudah terlalu sering ditanyai begitu… “apa salah?”, aku membuka jawaban “ya gak sih, tapi aneh saja”, ia menjawab seadanya

aku terdiam, ku alihkan pandanganku pada jejak jejak sepatu di keramik mesjid nurul iman, aku jadi teringat sebuah hadist Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.”

ah, aku tak takut di anggap aneh, walaupun di dalam jamaah ku sendiri, yang entah kenapa telah begitu cair dalam berekspresi. Wallahu’alam, apa aku yang terlalu kolot, atau memang mereka yang kurang memahami,
aku hanya bisa memohon pada Rabb ku,agar aku selalu dikuatkan, terkadang godaan syahwat juga tak luput dari benakku, maksiat juga masih sering hadir dalam hari hariku, karena aku hanya hamba yang lemah, yang masih merasakan gejolak cinta, masih merasakan gejolak rindu, dan masih ingin mendapat perhatian dari seorang wanita yang menjadi pujaan hati, Naudzubillah…

“hey ! kok bengong? ayo jawab pertanyaan ku”, aku terkaget. ternyata aku melamun cukup lama. aku pun tetap diam, tak menjawab. hanya senyum yang kulemparkan padanya, lantas aku berdiri dan berkata, “suatu saat engkau akan tau alasannya mengapa. yuk kita ke jembatan lagi, aku tak sabar ingin mengambil gambar gambar terbaikku”, sembari menggenggam kamera Canon EOS 550D ku. aku pun berlalu

4 thoughts on “Dialog selepas Zhuhur

  1. mengapa menyia-menyiakan kesempatan utk menyampaikan kebaikan? Diam lalu mengajak pergi…

    *SamaDenganKehilanganMoment -_-

    • bukan menyia nyiakan kak… afwan
      terkadang ada jawaban yang memang butuh waktu dalam penyampaiannya agar lebih paham dan mengena…
      dalam hal ini ana mengganti jawaban nya dengan hal yang lebih baik InsyaAllah… yakni contoh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s