Muraja’ah diri (layakkah diriku di panggil kader dakwah ?)

Para ahli ibadah yang sering meneteskan air mata di tengah malam, namun sulit untuk menegeluarkan keringat dan darah di siang harinya….

Para muwwajih bijak yang hanya bisa sholeh di depan para pendengar dan mad’u namun penuh maksiat ketika mereka sendiri… Tanpa sadar Allah selalu bersama mereka.

Yang selalu berbicara kebersihan hati, tapi selalu mengotori bumi. Sampah dibiarkan berserakan… Menunggu bumi dan para penghuninya mati tak bersisa…

Bercita-cita tinggi… Tegakkan peradaban di muka bumi, tapi tak sanggup mengendalikan segala macam urusan pribadinya

Para munafik, lain di mulut lain di hati, janji tak pernah ditepati… Tepat waktu pun sulit dan sering diingkari…

Menganggap dirinya suci dan menyebut orang lain hina…
Banyak aksi tapi tanpa ilmu yang pasti… Banyak ibadah tapi tidak tampak di kesehariannya… Aktivis da’wah tapi tidak pernah da’wah dengan fiqih da’wah…

Wahai diri, sadarlah….berubahlah….

minta ampunlah….lalu berjuanglah !!!

(Astagfirullah Al Adzhim, Semoga Allah Azza Wa Jalla masih mengizinkan diri menjadi lebih baik lagi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s