jejak jejak kenangan

menapaki jejak jejak memori 5 tahun yang lalu,

malam ini kuputuskan tidak langsung pulang ke rumah, pukul 21.05 di layar androidku, aku melangkah menjauh dari lokasi proyek, beranjak dari daerah Baso yang tenang dan sepi, tepatnya dari aia katik, sungai janiah. niatnya ingin langsung ke rumah karena dingin nya malam ini begini menusuk, disisakan oleh hujan lebat senja tadi, agar bisa cepat bergelung dengan sang selimut yang akan menghangatkanku di kelanjutan malam ini, ku starter motor supra X 125D cantikku, bergerak tidak terlalu kencang. yaaa, cuma 80-100 KM/jam an lah dan mengarah pasti ke garegeh.

Namun keinginan hati mengarahkan laju motorku menjauh dari rumah, simpang pendakian ke arah STAIN Bukittinggi hanya ku tatap nanar dalam keremangan malam, hanya ku lewatkan. dan kususuri jalan sukarno-hatta menuju daerah pasar bawah, lalu ke jalan sudirman, ku teruskan ke arah kanan menuju belakang balok, ya daerah blaba, dimana banyak waktu yang ku habiskan disini bersama sama kawan kawan seperjuangan di SMP silam.

kususuri beberapa jalanan di daerah ini, ada sutu halan kecil tanpa aspal yang memaksa otakku kembali mengingat kisah kisah lalu. ah, terbersit lagi bayang bayang aku beserta teman teman berlari sekencangnya di kejar beberapa ekor anjing dengan seragam putih dan celana dongker, dan akhirnya selamat setelah mempraktekkan doa yang diajarkan guru agama disekolah, MasyaAllah, sudah lama sekali ternyata, namun bayangan itu masih tampak nyata di lensa mataku melekat di debu debu dan kerikil di jalanan itu… kenangan kenangan ini membuat hatiku menghangat di tengah bekunya malam bukittinggi…

dari belakang balok… aku kembali ke jalan sudirman melewati lapangan kantin, tempat kami biasa bermain bola setelah pulang sekolah, dulu. ya dulu, ketika mereka masih ada disini, ketika mereka masih menjadi pejuang putih biru kelabu. kembali ada perasaan hangat menyelimuti hati yang kedinginan oleh malam di Bukittinggi,

ah, sudah cukup lama masa itu berlalu Ya Rabbi, sudah cukup jauh masa itu pergi meninggalkan ku, dan dalam masa yang cukup lama ini,  tak banyak kebaikan yang kulakukan, Na’udzubillah, tak banyak perubahan yang mengarahkan ku pada jannah MU, belum cukup banyak untuk menggapai ridha MU.

tubuhku sampai pada batas ketahanannya, dan akhirnya dingin nya malam memaksaku segera kembali ke rumah, melewati rute pasar atas lalu simpang tembok dan melewati simpang mandiangin via jirek, terus meluncur ke arah gubuk kecil ku di pinggir kota bukitinggi, garegeh tepatnya, dan kututup kisah muhasabah di malam ini dengan kisah yang kubagi dengan antum semua,

 

#muhasabahdimalamBukittinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s