retorika ku

banyak orang yang merasa benar
padahal mereka salah, lantas yang
nyata nyata “katanya” paling benar
justru menyalahkan yang lain, dan
menganggap diri paling suci?

apa guna nya kebenaran tanpa cara
yang ahsan dan tak menyenangkan
perasaan?

membela Rasulullah yg di fitnah di
dalam media film di anggap salah?
dan di sangkut paut kan dengan
keimanan mereka? kalau mereka
tidak beriman ngapain capek capek
membela Rasulullah Salallahu wa
alaihi wassalam?

merasa paling netral dan
dan bangga dengan sistem yang
begitu kompleks, mungkinkah
masalah akidah akan terabaikan?
akan kah bid’ah merajalela?

kapan umat ini akan bersatu dan
saling meneguhkan serta saling
“MENEGUR” jika ada kesalahan
bukan “MENYALAHKAN” dan
mencaci di belakang ?

kapan generasi gurhoba itu akan
datang?

akan kah kita yang akan
mengubahnya?

atau hanya sekumpulan manusia
yang mempercepat kehancuran
pondasi Islam?

akankah kejayaan Islam akan
kembali bersinar di payungi awan
kekhilafan?

kapan itu semua akan kita rengkuh?
kapan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s