DAKWAH BACK TO ASHALAH ( KEMBALI KE KEMURNIAN DAKWAH )

Bismillahirrahmanirrahim

Dakwah, pada hakekatnya adalah mengajak manusia kepada Allah dengan hikmah dan nasihat yang baik, sehingga mereka meninggalkan thagut dan beriman kepada Allah agar mereka keluar dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. adalah sebuah hal wajib dan urgen bagi tiap tiap manusia yang mengaku sebagai umat Rasulullah SAW untuk berdakwah. Tidak ada batasan dan rintangan dalam berdakwah. Semua manusia yang mengaku sebagai umat terbaik Rasulullah dan mencintai Beliau wajib mengemban amanah sebagai pembawa risalah selanjutnya, Termasuk Mahasiswa.  Sebagai generasi yang di cap sebagai agent of change dan pelopor peradaban masa depan, mahasiswa wajib ikut berperan serta dalam mensyiarkan Islam dan menjadikan Islam sebagai pedoman perubahan dunia yang lebih baik. Tidak ada kata tidak dan kata tunggu.

Katakanlah (Hai Muhammad): “Inilah jalanku: aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah (mengajak kamu) kepada Allah dengan hujah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (Yusuf (12): 108)

Dalam ayat Al-Qur’an di atas jelas , bahwa orang orang yang mengikuti jalan nya Rasulullah SAW juga harus berdakwah mensyiarkan Islam dengan kemampuan dan kapabilitasnya masing masing. Sebagai mahasiswa tentu ruang lingkup utama yang sesuai kemampuan kita adalah universitas atau kampus tempat kita bernaung. Selanjutnya merambah ke masyarakat dan lingkungan yang lebih besar sesuai kemampuan profesionalitas kita.  Dan bagi manusia tidak ada sedikitpun kata merugi dalam menjalan kan dakwah ini, karena dakwah tidak butuh kita sebagai penggeraknya, tapi kitalah yang membutuhkan dakwah sebagai motor penggerak ruhiyah kita. Dakwah adalah amal yang terbaik, karena dakwah memelihara amal Islami di dalam pribadi dan masyarakat. Membangun potensi dan memelihara amal shalih adalah amal dakwah, sehingga dakwah merupakan aktivitas dan amal yang mempunyai peranan penting di dalam menegakkan Islam. Tanpa dakwah ini maka amal shalih tidak akan berlangsung.

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (Fushilat 41: 33)

Dalam ayat Al-Qur’an di atas, Allah SWT, Berfirman bahwa tiada yang lebih baik perkataan seseorang dari pada berkata dalam menyeru kepada Allah dan Islam. Jadi tidak ada keraguan lagi dalam berdakwah  dan memang harus kita hujamkan dalam qalbu kita. Dakwah adalah hidupku.

“jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan, menyeru kepada yang maruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung “ ( Ali Imran : 104 )

Dan Allah menjanjikan bahwa termasuk golongan orang orang beruntung lah jika kita istiqomah dalam berdakwah dan tetap bertahan. Luar biasanya lagi, kita akan dipandang umat terbaik di sisi Allah SWT jika mendirikan dakwah ini.

Namun pada masa saat ini, ada suatu penyakit yang menyerang para pendakwah, yakni penyakit wahan. Cinta dunia dan takut mati. Berbeda dengan para da’I yang berada pada zaman permulaan yang malah merindukan kematian yang syahid daripada hidup lama di atas dunia fana ini.

Banyak niat dan cara yang sudah jauh melenceng dalam menjalankan dakwah selama ini, terutama di tengah mahasiswa. Dengan dipayungi LDK. Mahasiswa yang menyatakan dirinya sebagai aktifis terkadang masih sering melenceng dalam menetapkan niat dan tujuan dalam berdakwah. Ada yang dilatarkan paksaan, ingin ketenaran, bahkan wanita atau pria yang mereka sukai.

Femonema inilah yang akan menghasilkan kefuturan dalam pergerakan kader dakwah di kampus. Dalam kehidupan pasti ada saat nya roda kehidupan berada di atas dan ada saatnya pula roda kehidupan berada dibwah dan berisi segala musibah. Begitu pula dalam perjalanan dakwah. Ada saatnya para pendakwah menemui jalan yang lurus dan mudah. Namun tidak jarang menjumpai onak dan duri. Hal demikian juga terjadi pada muharrik atau penggerak dakwah ini. Suatu saat ia memiliki kondisi iman yang tinggi. Di saat lain, iapun dapat mengalami degradasi iman. Tabiat manusia memang menggariskan demikian.

Oleh karena itu, selalu lah kita memperbaharui niat dan tekad dalam berjalan di jalan ini, perbanyak sabar dan tawakkal pad Allah SWT. Halaqoh jangan sampai ditinggalkan, dan perbaikan ruhiyah selalu dilakukan. Agar kelak kita tidak kecewa dengan hasil dakwah yang kita lakukan. Dan mendapat surga-Nya Allah SWT. Amin ya Rabb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s